Bajaj RE, Si Mungil Gesit Terobos Kemacetan serta Jalan Sempit Kota Solo

Di Kota Solo, Bajaj RE mulai mengambil peran sebagai solusi transportasi mikro yang menyasar celah pasar di kawasan wisata, sentra UMKM, dan lingkungan permukiman dengan akses terbatas

chat_bubble_outline 0
Bajaj RE simungil gesit terobos kepadatan serta jalan sempit Kota Solo (Foto: HARIANKOTA)

SOLO, HARIANKOTA.COM – Transformasi mobilitas perkotaan tidak lagi hanya ditentukan oleh kendaraan listrik atau transportasi massal berskala besar.

Di Kota Solo, Bajaj RE mulai mengambil peran sebagai solusi transportasi mikro yang menyasar celah pasar di kawasan wisata, sentra UMKM, dan lingkungan permukiman dengan akses terbatas.

Kehadiran kendaraan roda tiga ini ditempatkan dalam konteks ekonomi yang lebih luas: meningkatkan efisiensi pergerakan manusia, memperkuat rantai nilai pariwisata, serta menciptakan peluang kerja baru di sektor transportasi berbasis kemitraan.

Dengan kapasitas hingga tiga penumpang dalam satu unit, Bajaj RE menawarkan rasio angkut yang lebih optimal dibanding kendaraan pribadi untuk perjalanan jarak pendek.

Secara karakter, Solo merupakan kota dengan kepadatan aktivitas budaya dan ekonomi kreatif yang tinggi, namun memiliki struktur jalan yang tidak sepenuhnya kompatibel dengan kendaraan berukuran besar. Di titik inilah transportasi mikro seperti Bajaj RE memperoleh relevansi bisnis.

Bajaj RE siap ramaikan transportasi massal di Kota Solo (Foto: HARIANKOTA)

Manajemen MaxRide dan Max Auto menilai Bajaj RE dirancang untuk menjawab kebutuhan kota-kota dengan pola ruang historis.

Dimensi kompak, radius putar kecil, dan konsumsi energi yang efisien menjadikan kendaraan ini mampu beroperasi di wilayah seperti Kampung Batik Kauman, Laweyan, dan Keprabon—area yang selama ini menjadi denyut UMKM dan wisata budaya.

Regional Manager Bajaj MaxRide Jawa Tengah, Bayu Subollah, menyebut bahwa keunggulan utama Bajaj RE bukan semata pada bentuknya, melainkan pada efisiensi operasional.

“Transportasi mikro memiliki biaya operasional lebih rendah, waktu tempuh lebih efisien, dan akses yang lebih luas. Itu menciptakan nilai ekonomi bagi pengemudi, pelaku wisata, dan penumpang,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya