Bajaj Maxride Mulai Beroperasi di Kota Solo, Tambah Moda Transportasi Perkotaan

Bajaj Maxride mulai beroperasi di Kota Solo sebagai moda transportasi roda tiga. Kehadirannya menambah jenis angkutan perkotaan di tengah beragam layanan transportasi yang ada

chat_bubble_outline 0
Bajaj RE simungil gesit terobos kepadatan serta jalan sempit Kota Solo (Foto: HARIANKOTA)

SOLO, HARIANKOTA. COM – Perusahaan layanan transportasi Bajaj Maxride mulai menjalankan operasional di Kota Solo.

Masuknya layanan ini menandai bertambahnya pelaku usaha di sektor transportasi perkotaan, khususnya pada segmen kendaraan roda tiga.

Dalam keterangannya, pihak pengelola menyebut bahwa Bajaj Maxride menyasar kebutuhan transportasi tertentu dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda tiga.

Segmen ini dinilai berbeda dengan layanan ojek daring roda dua yang telah lebih dulu mendominasi pasar transportasi perkotaan.

Selain angkutan penumpang, kendaraan roda tiga juga digunakan untuk keperluan operasional usaha.

Berdasarkan pengalaman operasional di daerah lain, kendaraan jenis ini dimanfaatkan oleh pelaku usaha di sektor perhotelan, pariwisata, dan kawasan komersial sebagai sarana transportasi internal maupun angkutan barang ringan.

General Manager Bajaj Maxride, Antonio Gratiano, mengatakan operasional di Solo dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan respons masyarakat.

Ia menyebut adanya masukan publik yang menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam menjalankan layanan.

“Kami memantau respons masyarakat terkait keberadaan layanan ini di Solo sebagai bagian dari evaluasi operasional,” kata Antonio, Sabtu (24/1/2026).

Dari sisi hubungan industri, perusahaan menyatakan membuka peluang kerja sama dengan pengemudi transportasi daring.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gesekan antarpelaku usaha transportasi yang beroperasi di wilayah yang sama.

Regional Manager Central Java Bajaj Maxride, Bayu Subollah, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan sejumlah komunitas pengemudi ojek online di Solo.

Koordinasi tersebut, menurutnya, berkaitan dengan ketertiban operasional di lapangan.

“Kami melakukan komunikasi dengan beberapa komunitas ojol di Solo terkait operasional di lapangan,” ujar Bayu.

Terkait kinerja mitra pengemudi, pengelola mencatat adanya pendapatan yang diperoleh selama periode operasional.

Data internal perusahaan pada periode 1–30 Desember 2025 menunjukkan variasi pendapatan pengemudi di Kota Solo, meskipun rincian angka tidak dipublikasikan.

Masuknya Bajaj Maxride ke Solo mencerminkan meningkatnya persaingan dan diferensiasi model bisnis di sektor transportasi perkotaan. Ke depan, keberlanjutan usaha layanan ini akan bergantung pada respons pasar, kepatuhan terhadap regulasi, serta penataan operasional oleh pemerintah daerah.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya