Awas Jangan Buat Mainan, Begini Cara Gunakan Keris Semar Mesem

Keris Semar Mesem salah satu benda pusaka yang turun temurun diyakini memiliki kekuatan gaib

chat_bubble_outline 0
Keris Semar Mesem
Keris Semar Mesem salah satu benda pusaka yang turun temurun diyakini memiliki kekuatan gaib. (Foto:Tangkapan Layar)
  • Cara Menggunakan Keris Semar Mesem

Bentuk keris Semar Mesem ini berbeda dari keris yang sudah dikenal dikalangan masyarakat. Bentuk keris Semar Mesem bentuknya pendek.

Sesuai dengan namanya, keris semar mesem berbentuk menyerupai tokoh semar dalam pewayangan babad Jawa

Untuk ukuran dari benda pusaka Keris Semar Mendem ini sendiri memiliki ukuran tinggi 6, 5 cm dan lebar 4 cm, yang artinya tidak lebih besar daripada kotak korek api kayu, serta tidak tajam.

Sama seperti sejak kapan keris Semar Mesem ini diyakini memiliki kekuatan Magis, asal muasal keris Semar Mesem itu sendiri pun tak diketahui dari mana asalnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, konon katanya Keris Semar Mesem ini pernah digunakan oleh Ki Ageng Pemanahan yang dipercaya sebagai pembantu dari seorang kesatria tanah Jawa bernama Jaka Tingkir.

  1. Cara Menggunakan Keris Semar Mesem untuk Pengobatan

Keris semar mesem juga dianggap memiliki karomah untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu.

Jika ada bayi atau orang yang sakit demam misalnya, gunakan keris ini sebagai salah satu media penyembuhan.

Caranya yaitu sediakan 1 gelas air putih, kemudian bacakan mantra berikut sembari menahan nafas :

“Duh Gusti nedi pasembuhan damel jabang bayine si (sebut orang yang sakit).” Setelah itu, tiupkan nafas Anda ke dalam gelas dengan mengucapkan kata “Ya”. Celupkan ujung keris ke dalam air dan minumkan kepada orang yang sakit.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu