Asrama NPCI Jateng Diresmikan, Atlet Peraih Medali ASEAN Para Games 2025 Terima Tali Asih

Pemprov Jawa Tengah memberikan bonus hingga Rp90 juta bagi atlet berprestasi di ASEAN Para Games sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi mereka.

chat_bubble_outline 0
Peresmian gedung NPC Jawa Tengah

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan gedung asrama milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Kabupaten Karanganyar.

Dukungan terhadap atlit disabilitas diwujudkan melalui pembangunan fasilitas yang memadai. Menariknya, asrama terpadu tingkat provinsi ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia.

“Jawa Tengah bahkan telah memiliki gedung NPCI yang menjadi salah satu yang pertama di Indonesia,” jelasnya, Rabu (15/4/2026).

Gedung asrama NPCI Jawa Tengah berlokasi di Delingan Karanganyar, berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.749 meter persegi dengan konstruksi tiga lantai dan mampu menampung hingga 200 atlet.

“Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat menunjang pembinaan atlet agar lebih optimal ke depannya,” lanjut Luthfi.

Dengan hadirnya asrama baru dan pemberian penghargaan ini, diharapkan mampu menjadi motivasi bagi atlet disabilitas di Jawa Tengah untuk terus meningkatkan prestasi di level nasional maupun internasional.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan olahraga disabilitas agar semakin berkembang dan berdaya saing tinggi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung atlet berprestasi dengan menyiapkan bonus bagi peraih medali di ajang ASEAN Para Games.

“Langkah ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi atlet dalam mengharumkan nama bangsa,” ucapnya.

Dalam ajang ASEAN Para Games ke-13 tahun 2025 di Thailand, atlet asal Jawa Tengah memberikan kontribusi signifikan bagi kontingen Indonesia.

Sebanyak 85 atlet dari Jawa Tengah yang berlaga di 16 cabang olahraga berhasil menyumbangkan total 116 medali, terdiri dari 44 emas, 33 perak, dan 39 perunggu.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 32,5 persen dari total medali yang diraih Indonesia.

Secara nasional, Indonesia mengumpulkan 135 emas, 144 perak, dan 114 perunggu, sehingga menempati posisi runner-up di bawah tuan rumah Thailand.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Propinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi menyampaikan

sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Jawa Tengah memberikan bonus kepada atlet sesuai capaian yang diraih.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah memberikan tali asih kepada atlet dan pelatih dengan total mencapai Rp10,01 miliar. Atlet peraih medali emas mendapatkan penghargaan sebesar Rp90 juta, sementara medali perak diberikan Rp20 juta, dan nominal lainnya menyesuaikan dengan prestasi yang ditorehkan.

“Pemberian bonus ini diharapkan mampu memotivasi para atlet untuk terus berprestasi,” ucapnya.

 

Pemberian tali asih dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp4,415 miliar diserahkan saat acara berlangsung, sementara sisanya sebesar Rp5,596 miliar akan diberikan setelah APBD Perubahan 2026 disahkan.

 

Disampaikan juga pembangunan gedung asrama milik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah dimulai sejak Januari hingga Oktober 2025.

 

“Dengan total biaya mencapai Rp22,06 miliar yang berasal dari swadaya atlet, pelatih, dan pengurus NPCI Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sementara itu, dukungan fasilitas sarana dan prasarana diperoleh dari hibah APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp870 juta.

“Pembangunan asrama ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, aksesibilitas, serta mendukung peningkatan prestasi atlet. Sebelumnya, atlet masih menggunakan asrama sewa,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

2 hari yang lalu