Dorongan yang kuat untuk menyebarkan syiar agama akhirnya membawa beliau pada keputusan untuk pensiun dini dari dinas militer.
Selain mendirikan Pondok Pesantren Ilyas, almarhum juga menginisiasi pendirian masjid ditempat tinggalnya di RW 19 Perumahan Jaten Permai, Sawahan, Jaten Karanganyar.
Masjid yang dibangun secara gotong royong bersama warga masyarakat setempat itu diberi nama Al-Ikhwan. Dan hingga kini Masjid Al-Ikhwan itupun masih berdiri kokoh.
“Almarhum punya semangat luar biasa dalam berdakwah,” kenang Larman, seorang mantan rekan almarhum di TNI.
Kepergian KH Sami’an Ali meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang. Rintik hujan yang mengiringi pemakamannya seolah menjadi simbol kedamaian bagi ruh almarhum. Pihak keluarga dan Pondok Pesantren Ilyas menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan doa dari seluruh pelayat.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.