SOLO, HARIANKOTA.COM — Perawatan untuk menjaga kulit tetap kencang dan tampak awet muda kini tak lagi hanya mengandalkan hasil instan. Seiring berkembangnya teknologi estetika medis, metode yang merangsang regenerasi kolagen alami mulai menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan hasil perawatan jangka panjang.
Perkembangan tersebut turut ditandai dengan diraihnya sertifikasi Key Opinion Leader (KOL) dan Trainer Resmi ELLANSÉ oleh dr. Yolla Rizqina, M. Biomed (AAM). Pencapaian itu dirayakan dalam acara ELLANSÉ Accreditation di Norma Aesthetic Clinic Solo, Selasa (8/9/2026).
Acara yang dikemas secara privat tersebut diisi dengan talk show, demonstrasi langsung, diskusi interaktif, serta sesi bersama pasien dan tamu undangan.
dr. Yolla mengatakan, pencapaian sebagai KOL dan trainer ELLANSÉ melalui proses seleksi dan pelatihan khusus. Menurutnya, tindakan menggunakan collagen stimulator tersebut membutuhkan pemahaman anatomi dan teknik injeksi yang mendalam.
“Hari ini adalah seremonial graduation karena saya sudah terpilih menjadi KOL dan juga trainer dari ELLANSÉ. ELLANSÉ sendiri adalah collagen stimulator yang termasuk advance di Indonesia. Jadi tidak semua dokter bisa menginjeksi ELLANSÉ karena diperlukan pelatihan khusus dan teknik khusus,” ujar dr. Yolla.
Ia menyebut, jumlah dokter yang memperoleh kualifikasi sebagai trainer ELLANSÉ di Indonesia masih terbatas.
“Untuk menjadi KOL dan trainer itu diperlukan seleksi, dan di Indonesia hanya sekitar 20 dokter. Untuk di Kota Solo sendiri, hanya saya dokter KOL dan trainer-nya,” katanya.
Merangsang Kolagen untuk Perawatan Anti-Aging
ELLANSÉ merupakan salah satu metode collagen stimulator yang digunakan dalam perawatan estetika medis. Perawatan ini bekerja dengan membantu merangsang pembentukan kolagen sekaligus mengembalikan volume pada bagian wajah yang mulai mengalami perubahan akibat proses penuaan.
Menurut dr. Yolla, treatment tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang ingin mengatasi masalah seperti kulit kendur, garis halus, hingga berkurangnya volume wajah.
“Bahasa sederhananya, ELLANSÉ ini berfungsi untuk mencegah penuaan atau anti-aging. Cara kerjanya dengan merangsang kolagen dan mengembalikan volume wajah yang hilang. Hasilnya membuat wajah terlihat lebih awet muda dan kulit lebih kencang,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil dan ketahanan perawatan dapat berbeda pada setiap pasien, sehingga pemeriksaan dan konsultasi tetap diperlukan sebelum menentukan tindakan.
Untuk penggunaan collagen stimulator, dr. Yolla menyebut perawatan tersebut umumnya mulai dipertimbangkan pada usia 30 tahun ke atas, dengan tetap melihat kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing pasien.
“Untuk treatment ELLANSÉ sendiri biasanya dianjurkan bagi pasien berusia 30 tahun ke atas. Namun untuk perawatan estetika lainnya tentu selalu kami sesuaikan dengan kebutuhan, kondisi kulit, dan keluhan masing-masing individu,” paparnya.
Kembangkan Layanan Kedokteran Regeneratif
Selain perawatan berbasis injectable, Norma Aesthetic Clinic Solo juga mengembangkan layanan yang berkaitan dengan kedokteran regeneratif.
Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah Cell Therapy atau terapi sel. Menurut dr. Yolla, pengembangan layanan tersebut mencakup sejumlah metode, mulai dari PRP, Exosome, Secretome hingga teknologi yang dikembangkan oleh klinik.
“Selain dari injectable seperti collagen stimulator, kami juga mengembangkan Cell Therapy. Terapi sel kami tidak hanya sebatas PRP, tetapi juga mencakup Exosome, Secretome hingga teknologi Normatem,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengembangan teknologi dan metode perawatan tersebut dilakukan untuk memberikan pilihan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Norma Aesthetic Clinic Solo, lanjutnya, juga menerima pasien dari berbagai daerah. Pilihan perawatan tersedia dengan variasi tindakan sesuai kondisi kulit dan kemampuan anggaran pasien.
“Soal budget, kami sangat menyesuaikan. Kami memiliki tingkatan perawatan yang variatif, mulai dari kisaran Rp500 ribuan hingga perawatan premium bernilai jutaan rupiah. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan kulit pasien,” tuturnya.
Melalui pencapaian sertifikasi tersebut, dr. Yolla berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memilih perawatan estetika berdasarkan kebutuhan serta melalui konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten.
“Semoga dengan adanya acara selebrasi ini, masyarakat tidak perlu ragu untuk berkonsultasi mengenai perawatan collagen stimulator. Yang terpenting, setiap tindakan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien,” pungkasnya.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.