SOLO, HARIANKOTA.COM – Ribuan warga Provinsi Lampung berbondong-bondong masuk ke partai berlogo Gajah, usai kunjungan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), akhir Juni lalu.
Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Lampung, Ahmad Rido Julian mengklaim ada sekitar enam ribu masyarakat yang login ke partai berlambang gajah tersebut. Dia menyebut dampak turunnya Jokowi sangat berpengaruh.
“Kami ketiban pulung dengan adanya kunjungan Pak Jokowi ya. Jadi setelah kunjungan Pak Jokowi itu berbondong-bondong tokoh dan masyarakat ingin bergabung ke PSI,” ungkap usai berkunjung ke kediaman Jokowi, Sumber Solo, Rabu (15/7/2026).
Rido menerangkan, enam ribu orang tersebut merupakan masyarakat biasa yang secara spontan melakukan pendaftaran sebagai anggota saat kunjungan Jokowi. Hingga saat ini di Provinsi Lampung sudah ada 31.200 KTA.
“Itu masyarakat biasa, hanya pada saat Bapak datang aja tambahan. Kalau sampai di sini sudah 31.200. KTA-nya,” kata dia.
Menurutnya, sebelum kedatangan Jokowi, jumlah kader PSI yang memiliki KTA sebanyak 25.000. Pihaknya mentargetkan sebanyak 300.000 KTA di akhir tahun 2028.
Rido menambahkan, pihaknya telah melaporkan perkembangan baik tersebut kepada Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu mengaku senang dan akan melakukan kunjungan lagi ke Lampung.
“Senang bapak, Alhamdulillah katanya nanti Insha Allah mau datang ke Lampung lagi. Karena kemarin kan belum semua. Insha Allah nanti mau ke Lampung lagi,” katanya.
Sekretaris DPW PSI Provinsi Lampung, Beni Batara menambahkan, para pengurus yang datang menghadap Jokowi mendapatakan sejumlah pesan. Di antaranya agar memperkuat struktur dan memperbanyak silaturahmi dengan masyarakat.
“Pesannya perkuat struktur, banyak silaturahmi dengan masyarakat, hadiri semua ada ada acara tahlilan, nikahan atau biar masyarakat di Lampung lebih mengenal PSI, dekat dengan masyarakat,” katanya.
Selanjutnya, pihaknya juga terus melakukan konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan. Di Lampung, lanjut dia, ada 2.654 desa.
“Dan kita akan terus membentuk struktur itu memenuhi 10 orang di setiap desa dan kelurahan. Untuk agenda-agenda berikutnya itu rakorda,” terang dia.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.