KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar menyiapkan langkah khusus setelah mendapati sejumlah sekolah dasar negeri masih belum memperoleh peserta didik baru dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Disdikbud Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan, proses pendaftaran SPMB telah dibuka pada 18–22 Juni 2026 dan hasil seleksi diumumkan pada Selasa (24/6/2026). Untuk jenjang SMP, proses penerimaan dilakukan secara daring (online), sedangkan jenjang SD dilaksanakan secara luring (offline).
Berdasarkan hasil pemantauan panitia, terdapat beberapa sekolah yang hingga pengumuman hasil seleksi masih belum mendapatkan pendaftar.
“Masih ada beberapa sekolah yang sampai saat ini belum mendapatkan pendaftar. Setelah proses daftar ulang selesai, kami akan melakukan evaluasi dan merumuskan langkah selanjutnya,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Sebagai solusi, Disdikbud Karanganyar berencana memperpanjang masa pendaftaran selama satu pekan setelah tahapan daftar ulang berakhir. Kebijakan tersebut berlaku untuk jenjang SD maupun SMP yang masih memiliki kuota kosong.
Menurutnya, langkah itu dilakukan agar seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Kami berharap semua anak bisa terlayani dan mendapatkan kesempatan bersekolah. Pemerintah hadir untuk memastikan hak pendidikan anak terpenuhi. Nanti akan kami arahkan ke sekolah-sekolah yang kuotanya masih tersedia,” katanya.
Data sementara Disdikbud menunjukkan terdapat empat sekolah dasar yang belum memperoleh peserta didik baru. Sekolah-sekolah tersebut berada di wilayah Kecamatan Jatipuro, Jenawi, Jumantono, dan Tawangmangu.
Meski demikian, Disdikbud belum merinci nama sekolah yang dimaksud dan masih akan melakukan pendataan lebih lanjut setelah proses daftar ulang selesai.
Dari hasil analisis awal, minimnya jumlah pendaftar diduga dipengaruhi faktor geografis dan lokasi sekolah yang relatif jauh dari permukiman warga.
“Kemungkinan salah satu penyebabnya karena faktor kewilayahan. Lokasi sekolah tidak terlalu dekat dengan masyarakat sekitar sehingga minat pendaftar menjadi lebih rendah,” jelasnya.
Disdikbud Karanganyar memastikan akan terus memantau perkembangan jumlah peserta didik baru dan menyiapkan langkah lanjutan agar tidak ada sekolah yang kekurangan siswa secara signifikan.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.