JAKARTA, HARIANKOTA.COM — Ratusan bus mulai memadati area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (15/3/2026).
Armada tersebut dipersiapkan untuk mengangkut ribuan warga Jawa Tengah yang akan pulang kampung melalui program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Di lokasi, panitia terlihat melakukan berbagai persiapan menjelang keberangkatan. Setiap bus yang masuk diperiksa nomor armada, tujuan perjalanan, serta kelengkapan dokumen hasil uji kelayakan kendaraan atau rampcheck dari Dinas Perhubungan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan total bus yang disiapkan untuk keberangkatan dari TMII mencapai 325 unit.
“Bus sudah berdatangan sejak pagi. Seluruh armada yang masuk telah menjalani rampcheck sesuai standar dari Dishub masing-masing,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ratusan armada tersebut berasal dari berbagai pihak. Sebanyak 70 unit disediakan Pemprov Jateng, 175 unit dari pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah, 53 unit dari Bank Jateng, 17 unit dari PT Jasa Raharja, delapan unit dari PT Semen Gresik, serta masing-masing satu unit dari Perum Perumnas dan PT Tirta Investama.
Menurut Risturino, jumlah peserta mudik gratis tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu seiring penambahan armada dari 289 bus pada 2025 menjadi 325 bus pada 2026.
Rencananya, rombongan pemudik akan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Total peserta yang terdaftar mencapai 16.186 orang. Tujuan terbanyak antara lain Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Sebagian besar peserta bekerja sebagai pengemudi ojek online, asisten rumah tangga, serta buruh dengan penghasilan di bawah Rp5 juta,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga sangat tinggi. Risturino menyebut kuota pendaftaran mudik gratis habis hanya dalam waktu sekitar 25 menit setelah dibuka secara daring.
Selain dari Jakarta, keberangkatan juga dilakukan dari Bandung. Dari kota tersebut disiapkan 23 bus dengan kapasitas sekitar 1.133 penumpang. Armada itu berasal dari Baznas Jateng sebanyak 11 bus, Kabupaten Banjarnegara dua bus, Kabupaten Cilacap tujuh bus, dan Kabupaten Sukoharjo tiga bus.
Pemudik dari Bandung dijadwalkan diberangkatkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Senin (16/3/2026) pukul 12.00 WIB.
Tak hanya bus, Pemprov Jateng juga menyediakan program mudik gratis menggunakan kereta api yang akan diberangkatkan pada 17 Maret 2026. Sebanyak 17 rangkaian kereta disiapkan dengan total kapasitas 1.288 kursi.
Pemberangkatan dibagi menjadi dua rute, yakni dari Stasiun Pasar Senen Jakarta menuju Stasiun Solo Balapan menggunakan delapan rangkaian KA Jaka Tingkir dan satu rangkaian tambahan dengan total 648 kursi. Sementara rute Pasar Senen menuju Stasiun Poncol Semarang dilayani delapan rangkaian KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 kursi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk pelayanan sekaligus kepedulian pemerintah daerah kepada warga Jawa Tengah yang merantau.
Ia juga mengimbau para bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk turut menyambut warganya yang pulang kampung dari wilayah Jabodetabek.
“Mereka adalah duta kita di perantauan, sebagian besar pekerja informal. Kita ingin memberikan pelayanan terbaik sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, sopir bus Widodo mengaku telah mempersiapkan berbagai hal untuk memastikan perjalanan pemudik berjalan aman dan lancar. Pemeriksaan kendaraan hingga kondisi kesehatan pengemudi telah dilakukan sebelum keberangkatan.
“Bus sudah dicek dan dinyatakan lulus rampcheck. Ada pemeriksaan kesehatan juga. Setiap bus dilengkapi dua kru dan satu sopir cadangan,” katanya.
Tahun ini menjadi kali kelima Widodo mengantar peserta mudik gratis dari Jakarta menuju sejumlah daerah di Jawa Tengah. Ia mengaku merasa bangga dapat membantu para perantau kembali ke kampung halaman.
“Dulu saya juga pernah merasakan sulitnya mencari tiket mudik. Sekarang bisa ikut membantu mengantar mereka pulang. Tahun ini tujuan saya Demak, sebelumnya Semarang, Solo, dan Wonogiri,” tutur sopir asal Boyolali tersebut.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.