KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM— Operasi pencarian pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, memasuki hari kelima pada Jumat (23/1/202).
Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian dengan mengombinasikan metode darat, udara, hingga pelacakan teknologi, meski cuaca ekstrem menjadi tantangan utama di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno menyampaikan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), operasi pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari sejak laporan diterima dan akan berakhir pada Minggu mendatang.
“Saat ini pencarian sudah memasuki hari kelima. Kami mengerahkan lima SRU dari berbagai unsur dan memaksimalkan seluruh metode pencarian yang tersedia, baik manual maupun berbasis teknologi,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, lima Search and Rescue Unit (SRU) diterjunkan, melibatkan personel dari Polres, Brimob, Basarnas, serta relawan.
Tim menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pendakian korban.
BPBD mencatat, kondisi cuaca di lokasi pencarian masih kurang bersahabat. Hujan disertai angin kencang kerap terjadi dan membatasi pergerakan tim, termasuk penggunaan alat bantu udara.
“Cuaca di kawasan Tawangmangu cukup ekstrem, hujan badai dan angin kencang. Hingga siang hari ini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun barang pribadi miliknya,” jelasnya.
Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, tim SAR gabungan menerapkan sejumlah metode, di antaranya pengerahan anjing pelacak dari Polres guna menyisir jalur darat dan area semak belukar.
Selain itu, drone digunakan untuk memantau wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Upaya pelacakan juga dilakukan melalui sinyal telepon seluler dan jam tangan pintar milik korban, meski hasilnya masih belum signifikan akibat kondisi medan dan cuaca.
Menariknya, tim juga melibatkan pendekatan non-teknis dengan menerjunkan tim spiritual yang bekerja sama dengan relawan.
Sebanyak empat orang tim spiritual diberangkatkan menuju Pos 2 dan Pos 3 sebagai bagian dari ikhtiar pencarian.
Seiring lamanya operasi, kondisi fisik personel SAR dan relawan menjadi perhatian. BPBD bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Puskesmas Tawangmangu memberikan dukungan kesehatan berupa suplemen dan pemeriksaan ringan di basecamp.
Sementara itu, orang tua korban masih bertahan di basecamp untuk menunggu perkembangan pencarian dan terus berkoordinasi dengan petugas.
BPBD Karanganyar mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta memberikan ruang bagi tim SAR untuk bekerja maksimal hingga batas waktu pencarian sesuai SOP.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.