BI Surakarta Gelar Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026

Bank Indonesia Surakarta menggelar Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026 di Solo Square. Kegiatan ini memperkuat literasi keuangan, digitalisasi sistem pembayaran, dan promosi produk UMKM.

chat_bubble_outline 0

Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026 Perkuat Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM– Bank Indonesia (BI) Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026 di Atrium Solo Square pada 26–28 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah promosi produk unggulan UMKM sekaligus memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Puncak acara berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) malam dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Literasi Keuangan dan Sistem Pembayaran. Bupati Karanganyar, H. Rober Christanto, turut menandatangani nota kesepakatan tersebut bersama kepala daerah se-Soloraya sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, serta meningkatkan daya saing UMKM di era ekonomi digital.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar  Rober Christanto juga meninjau stan pameran UMKM asal Kabupaten Karanganyar dan memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang terus berinovasi menghadirkan produk-produk unggulan daerah. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Karanganyar diharapkan semakin memperkuat promosi produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Surakarta, Dwiyanto Cahyo Sumirat, mengatakan Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026 merupakan bagian dari rangkaian Adi Karya Fest yang menghadirkan ruang promosi, edukasi, dan kolaborasi bagi pelaku UMKM.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ekosistem yang mampu memperkuat daya saing UMKM, sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap pentingnya literasi keuangan dan pemanfaatan transaksi digital dalam mendukung perkembangan usahanya,” ujarnya.

Sebanyak 48 stan pameran turut memeriahkan kegiatan dengan menampilkan beragam produk unggulan dari kabupaten dan kota se-Soloraya, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga produk ekonomi kreatif lainnya.

Melalui Semarak Kenduren UMKM Soloraya 2026, diharapkan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM semakin kuat sehingga mampu melahirkan UMKM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berdaya saing tinggi, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Tender Proyek Jalan Karanganyar Jadi Perhatian Formaska, Minta Evaluasi Proses Lelang

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Forum Masyarakat Karanganyar (Formaska) meminta proses tender proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Karanganyar senilai sekitar Rp159 miliar dievaluasi. Organisasi masyarakat tersebut menyampaikan sejumlah catatan terkait persyaratan lelang dan proses evaluasi administrasi yang dinilai perlu mendapat perhatian. Sekretaris Formaska, Andriyanto atau Andre Heho, mengatakan pihaknya telah mempelajari dokumen pengadaan yang dipublikasikan […]

23 jam yang lalu