KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Karanganyar mulai menunjukkan hasil positif.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyebut pelaksanaan hari pertama WFH pada Jumat lalu berjalan lancar tanpa mengganggu pelayanan publik.
Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana menjelaskan, skema WFH tetap menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. Untuk unit pelayanan, operasional tetap berjalan dengan sistem pembagian shift.
“WFH ini tidak mengurangi esensi pelayanan. Kantor-kantor pelayanan tetap buka dengan pengaturan shift, sehingga masyarakat tetap terlayani dengan baik,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya efisiensi energi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM). Dengan jumlah ASN di Karanganyar yang mencapai sekitar 14 ribu orang, potensi penghematan dinilai cukup besar.
“Kalau satu ASN saja bisa menghemat 2 sampai 3 liter BBM per hari, bisa dibayangkan berapa kiloliter yang bisa dihemat secara keseluruhan. Ini menjadi semangat bersama untuk efisiensi,” jelasnya.
Terkait evaluasi hari pertama, Pemkab Karanganyar menyebut pelaksanaan WFH masih dalam tahap awal, namun secara umum berjalan baik.
“Ini masih proses awal, tapi alhamdulillah berjalan dengan baik,” katanya.
Untuk memastikan kedisiplinan ASN selama WFH, pengawasan dilakukan berjenjang oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Mulai dari kepala dinas, sekretaris, hingga kepala bidang memiliki tanggung jawab melakukan pemantauan.
Selain itu juga disebutkan akan turut melakukan pengecekan langsung secara acak untuk memastikan ASN tetap menjalankan tugasnya meski bekerja dari rumah.
“Pengawasan dilakukan oleh OPD masing-masing, dan Pak Bupati juga sesekali melakukan pengecekan langsung,” ungkapnya.
Pemkab menegaskan akan memberikan sanksi bagi ASN yang tidak menjalankan aturan WFH dengan baik.
Di sisi lain, Pemkab juga mendorong penggunaan moda transportasi ramah lingkungan bagi aktivitas jarak dekat, seperti sepeda atau sepeda listrik. Namun, kebijakan tersebut tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan jarak tempuh.
“Untuk jarak yang terjangkau, kami dorong menggunakan sepeda atau sepeda listrik. Tapi kalau aktivitasnya jauh dan tidak memungkinkan, tentu tetap menyesuaikan kondisi,” pungkasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.