Tak Dapat Siswa Baru, SDN Seloromo 4 Bertahan dengan 14 Murid dan Kelas Bersekat

SDN Seloromo 4 di Kecamatan Jenawi, Karanganyar tidak memperoleh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM– Di tengah upaya pemerataan pendidikan, SD Negeri Seloromo 4 di Kecamatan Jenawi justru menghadapi tantangan berat. Sekolah dasar yang berada di wilayah perbukitan itu gagal memperoleh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027, sehingga kini hanya memiliki 14 murid yang tersebar dari kelas II hingga kelas VI.

Guru kelas VI SDN Seloromo 4, Siyono, menjelaskan, minimnya jumlah peserta didik dipengaruhi kondisi demografi di sekitar sekolah. Wilayah yang menjadi cakupan sekolah hanya terdiri dari dua RT dengan jumlah anak usia sekolah dasar yang sangat sedikit.

“Calon siswa sebenarnya ada, tetapi usianya belum memenuhi syarat masuk SD. Selain itu, penduduk di sekitar sini didominasi warga lanjut usia sehingga jumlah anak terus berkurang,” ujar Siyono.

Saat ini sekolah hanya memiliki satu siswa di kelas II, tiga siswa kelas III, empat siswa kelas IV, empat siswa kelas V, dan dua siswa kelas VI. Keseluruhan siswa dibimbing enam tenaga pendidik, termasuk seorang guru Wiyata Bhakti yang mengajar mata pelajaran agama.

Keterbatasan jumlah murid juga diiringi kondisi sarana belajar yang sederhana. Dua ruang kelas harus disekat menjadi beberapa ruangan agar seluruh tingkatan dapat mengikuti pembelajaran secara bersamaan.

Meski sekat antarkelas tidak sepenuhnya menutup suara, proses belajar tetap berlangsung dengan penyesuaian. Para guru mengatur volume suara saat mengajar agar tidak saling mengganggu.

“Kami saling memahami. Saat ada guru yang menerangkan pelajaran, guru lain menyesuaikan sehingga kegiatan belajar tetap nyaman,” katanya.

Berbagai langkah telah ditempuh sekolah untuk meningkatkan jumlah peserta didik. Selain melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat, sekolah juga menawarkan program tambahan seperti kegiatan baca tulis Al-Qur’an setelah salat Zuhur dan sejumlah kegiatan ekstrakurikuler.

Namun, upaya tersebut belum mampu membendung kecenderungan orang tua yang memilih menyekolahkan anak ke sekolah lain.

“Sudah kami datangi rumah-rumah warga untuk sosialisasi. Tetapi keputusan tetap ada di orang tua, banyak yang memilih sekolah di luar meski jaraknya lebih jauh,” ungkap Siyono.

Menurutnya, kondisi tanpa siswa baru sudah terjadi selama dua tahun terakhir. Pada tahun sebelumnya, sekolah sempat menerima seorang siswa pindahan dari Jakarta yang kemudian melanjutkan pendidikan di SDN Seloromo 4.

Meski menghadapi keterbatasan, semangat belajar para siswa tetap tinggi. Bahkan, banyak lulusan sekolah tersebut yang berhasil melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA maupun SMK.

“Kami berharap masyarakat tetap memberi kepercayaan kepada sekolah ini. Yang terpenting, anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang baik,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya