Waspada Bencana, Karanganyar Tanamkan Budaya Siaga Gempa ke Pelajar Sekolah Dasar

Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar simulasi evakuasi gempa untuk ratusan siswa SD dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana 2025. Kegiatan ini bertujuan membentuk budaya tanggap bencana sejak dini dan memperkuat edukasi kebencanaan di lingkungan sekolah

chat_bubble_outline 0
Latihan tanggap darurat gempa di Karanganyar melibatkan ratusan pelajar tingkat sekolah dasar (Foto: HARIANKOTA/Muhammad Bramantyo)

KARANGANYAR, HARIANKOTA. COM – Suasana pagi di Kabupaten Karanganyar, Jumat (25/4/2025), terasa berbeda. Puluhan anak sekolah dasar tampak serius mengikuti latihan penyelamatan diri seolah menghadapi gempa sungguhan. Teriakan instruktur, bunyi sirine, dan arahan evakuasi menciptakan suasana yang menggambarkan pentingnya kesiapsiagaan di tengah ancaman bencana yang bisa datang tanpa aba-aba.

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar simulasi evakuasi gempa bumi yang melibatkan lebih dari 450 peserta. Tidak hanya siswa SDN 1 dan SDN 3 Karanganyar, kegiatan ini juga diikuti oleh relawan kebencanaan, fasilitator, Baznas, hingga sejumlah instansi terkait.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, membuka langsung kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa edukasi tentang kebencanaan tidak boleh menunggu usia dewasa. “Anak-anak kita harus tumbuh dengan pemahaman dan ketangkasan dalam menghadapi bencana. Ini bukan soal latihan semata, tapi investasi keselamatan masa depan,” tegasnya.

Simulasi ini digelar di kawasan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Kantor Damkar Satpol PP Karanganyar. Para siswa diajak menjalani skenario gempa bumi lengkap, mulai dari perlindungan diri saat gempa terjadi hingga evakuasi ke titik aman. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan penanganan darurat.

Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pendidikan mitigasi bencana sejak dini. “Kami ingin membentuk kebiasaan refleks tanggap bencana. Anak-anak yang dilatih hari ini bisa menjadi penyelamat bukan hanya untuk dirinya, tapi juga orang di sekitarnya,” ungkapnya.

Tak hanya edukasi, kegiatan ini juga menjadi ajang pemberian apresiasi kepada pihak-pihak yang berperan aktif dalam penanggulangan bencana di Karanganyar. Pemerintah setempat turut menyerahkan bantuan peralatan kebencanaan untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan.

Langkah ini memperlihatkan komitmen Karanganyar dalam membangun masyarakat yang siaga, terlatih, dan siap menghadapi situasi darurat. Dari sekolah dasar, kesadaran itu mulai ditanamkan—karena bencana tidak memilih usia.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya