SOLO, HARIANKOTA.COM – Wali Kota Solo, Respati Ardi, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus memantau dan mengawal kepulangan jemaah umrah asal Kota Bengawan yang terdampak gangguan penerbangan akibat ketegangan konflik di Timur Tengah.
Respati menyampaikan, hingga Rabu (4/3/2026), ratusan jemaah umrah asal Solo telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, sejumlah penerbangan sempat mengalami keterlambatan karena penyesuaian rute.
Respati berharap warga Solo yang masih terkendala di sana tetap tenang dan segera berkomunikasi dengan Pemkot maupun Kementerian Haji dan Umrah.
“Kami akan terus mengawal sampai proses kepulangan berjalan baik dan selamat,” ujarnya usai pertemuan dengan perwakilan kementerian terkait dan pengusaha biro perjalanan umrah di Solo, Rabu (4/3/2026).
Respati menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia meminta para jemaah yang mengalami perubahan jadwal atau rute penerbangan untuk bersabar serta aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan penyelenggara perjalanan.
Menurutnya, Pemkot Solo siap memfasilitasi komunikasi dan membantu mencarikan solusi terbaik agar seluruh jemaah bisa kembali ke Indonesia dengan aman.
Bagi warga yang sudah terjadwal berangkat umrah, Respati mempersilakan perjalanan tetap dilakukan. Namun ia menyarankan agar memilih maskapai dengan penerbangan langsung (direct flight) guna meminimalkan risiko gangguan akibat perubahan jalur udara internasional.
Beberapa maskapai yang melayani penerbangan langsung antara lain Lion Air dan Garuda Indonesia.
Ia juga meminta seluruh biro perjalanan umrah dan haji untuk memperbarui data jemaah secara akurat serta menjalin komunikasi aktif dengan Pemkot dan Kementerian Haji dan Umrah. Pendataan tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh jemaah terpantau dan tidak ada yang tertinggal
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Her Suprabu, menjelaskan sekitar 120 jemaah asal Solo sempat mengalami penundaan jadwal kepulangan.
“Namun selama masa tunggu, maskapai tetap menyediakan fasilitas akomodasi seperti hotel dan konsumsi tiga kali sehari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga kini jalur ibadah umrah dari Indonesia masih dibuka. Keberangkatan jemaah tetap berlangsung, terutama menjelang 10 hari terakhir Ramadan hingga Syawal. Di wilayah Soloraya, tercatat masih ada sekitar 25–30 kelompok keberangkatan yang menggunakan penerbangan langsung.
“Untuk rute yang biasanya transit di wilayah terdampak konflik seperti Qatar atau Dubai, saat ini dilakukan penyesuaian, baik penggantian pesawat maupun penjadwalan ulang, agar tetap aman,” pungkasnya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.