Wali Kota Surakarta Soroti Lonjakan Sampah Pasca Libur Panjang

Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyoroti lonjakan sampah hingga 30 persen pasca Lebaran 2026 dan mendorong kebijakan pemilahan sampah dari sumber.

chat_bubble_outline 0

SOLO, HARIANKOTA.COM  – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memimpin apel gabungan usai cuti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 H di kawasan TPA Putri Cempo, Rabu (25/3/2026).

Apel tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kota Surakarta, mulai dari Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga petugas dan pengelola tempat pembuangan akhir (TPA).

Dalam arahannya, Respati menekankan persoalan sampah yang kian mendesak, terutama setelah periode libur panjang Lebaran.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, produksi sampah di Kota Solo saat ini mencapai sekitar 300 hingga 400 ton per hari.

Selama Lebaran 2026, volume tersebut meningkat sekitar 20–30 persen dibandingkan hari biasa. Kondisi ini memperberat beban pengelolaan sampah yang sudah terbatas.

Di sisi lain, kapasitas pengolahan sampah saat ini baru mampu menangani sekitar 20 persen atau kurang dari 100 ton per hari.

“Persoalan sampah ini nyata dan menjadi tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Respati.

Respati menjelaskan, apel di TPA Putri Cempo sengaja digelar agar seluruh jajaran pemerintah memahami langsung kondisi lapangan.

Ia menilai, pengelolaan sampah tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada TPA.

Pemerintah Kota Surakarta saat ini tengah menyiapkan penguatan kebijakan, termasuk revisi peraturan daerah yang akan dilanjutkan dengan penerbitan peraturan wali kota.

Kebijakan tersebut difokuskan pada penerapan pemilahan sampah sejak dari sumber, seperti rumah tangga dan lingkungan permukiman.

Dalam upaya memperkuat kebijakan, Pemkot Surakarta juga menggandeng akademisi dari Universitas Sebelas Maret.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengkaji sistem pemilahan sampah berbasis wilayah agar lebih efektif dan mudah diterapkan. Hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih aplikatif.

Ke depan, setiap wilayah di Kota Solo diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri. Pemerintah juga akan menggencarkan sosialisasi sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas.

Ajak Masyarakat Berperan Aktif
Respati turut mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam mengatasi persoalan sampah, mulai dari memilah sampah di rumah hingga mengurangi produksi limbah sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas kebersihan dan pengelola TPA yang selama ini berperan menjaga kebersihan kota.

“Terima kasih kepada seluruh petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo. Peran Anda sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Kota Surakarta,” pungkasnya.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya