Usai Disidak Komisi B, PUDAM Karanganyar Tancap Gas Perbaiki Meteran dan Pipa Usang

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar mulai mengambil langkah serius dalam membenahi sistem layanan air bersih

chat_bubble_outline 0
(Foto: HARIANKOTA/Bramantyo)

KARANGANYAR, HARIANKOTA. COM – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu Karanganyar mulai mengambil langkah serius dalam membenahi sistem layanan air bersih.

Pembenahan ini tidak hanya menyasar sisi teknis, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat efisiensi operasional dan meningkatkan akurasi pencatatan pemakaian air pelanggan.

Dalam dua bulan terakhir, PUDAM menggulirkan dua program utama: percepatan perbaikan meteran air pelanggan yang rusak dan penggantian jaringan pipa distribusi di sejumlah titik strategis.

Kedua langkah ini dinilai krusial untuk menekan angka kebocoran teknis (non-revenue water), memperbaiki kualitas pelayanan, serta mendukung peningkatan pendapatan perusahaan.

Dari 183 unit meteran air pelanggan yang dilaporkan rusak karena faktor usia, jamur, atau tampilan angka yang tak terbaca, sebanyak 160 unit ditargetkan selesai diperbaiki hingga akhir Agustus 2025.

Meteran yang rusak berpotensi menyebabkan kesalahan pencatatan pemakaian air, yang pada akhirnya dapat mengganggu sistem penagihan dan merugikan kedua belah pihak—pelanggan maupun perusahaan.

“Perbaikan ini kami lakukan agar pencatatan lebih akurat dan tidak merugikan pelanggan. Dengan alat ukur yang kembali normal, kepercayaan terhadap sistem layanan air juga akan meningkat,” ujar Suparno, Plt Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu, saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Karanganyar, Rabu (23/7/2025).

Namun, keterbatasan waktu dan logistik pengadaan membuat perbaikan baru bisa menyasar sebagian dari total laporan kerusakan. Suparno menyebut bahwa sisa meteran akan ditindaklanjuti oleh direktur definitif yang akan menjabat setelah masa tugasnya sebagai Plt selesai pada akhir Agustus.

Tak hanya memperbaiki meteran, PUDAM juga tengah mengerjakan penggantian pipa distribusi berdiameter kecil (3/4 inci) menjadi pipa berdiameter 3 inci.

Proyek ini ditargetkan menyasar 33 titik, namun pada tahap awal difokuskan pada 11 titik prioritas yang selama ini mengalami tekanan air rendah atau aliran tidak lancar.

Menurut Suparno, penggantian ini akan membantu memperlancar distribusi air ke rumah-rumah pelanggan serta mengurangi risiko kebocoran akibat pipa tua.

“Meski belum bisa mencakup seluruh titik, setidaknya separuh bisa kami selesaikan dalam masa tugas yang tersisa,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Latri Listyowati, yang turut memantau progres ini, menyampaikan bahwa langkah pembenahan ini penting untuk memastikan BUMD air minum daerah memiliki struktur layanan yang efisien dan akuntabel.

“Perbaikan infrastruktur teknis ini akan berdampak langsung pada kualitas layanan dan pendapatan PUDAM. Dengan sistem yang lebih modern, potensi kebocoran bisa ditekan dan kinerja keuangan perusahaan lebih sehat,” ujar Latri.

Ia menambahkan bahwa pihak dewan masih menunggu keputusan dari Bupati Karanganyar terkait kelanjutan jabatan Plt Dirut. Apakah akan diperpanjang atau diganti, menurutnya itu sepenuhnya kewenangan kepala daerah.

Di tengah tekanan untuk meningkatkan layanan dan efisiensi, program-program jangka pendek PUDAM ini diharapkan dapat memberi dampak jangka panjang terhadap kinerja perusahaan serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

PUDAM Tirta Lawu Karanganyar, efisiensi BUMD air minum, perbaikan meteran pelanggan, penggantian pipa distribusi, peningkatan PAD Karanganyar, modernisasi layanan air bersih, Suparno Plt Dirut PUDAM

Usai disidak Komisi B DPRD, PUDAM Karanganyar percepat perbaikan 160 meteran rusak dan penggantian pipa di 11 titik demi tingkatkan akurasi layanan dan pendapatan.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

2 hari yang lalu