TNI Pimpin Parade Bastille Day 2025 di Paris, Indonesia Ukir Sejarah Baru di Prancis

chat_bubble_outline 0

 

JAKARTA, HARIANKOTA– Indonesia mencatat sejarah gemilang di panggung dunia. Untuk pertama kalinya, kontingen Tentara Nasional Indonesia (TNI) tampil sebagai pembuka parade militer Bastille Day 2025 di Champs-Élysées, Paris, Prancis.

Dikutip dari laman InfoPublik, momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir sebagai tamu kehormatan.

Parade Bastille Day adalah perayaan militer terbesar di Prancis yang digelar setiap 14 Juli. Tahun ini, Indonesia tampil istimewa sebagai negara Asia Tenggara pertama yang diundang dengan kontingen militer penuh, menjadi tamu kehormatan utama dalam ajang yang sarat makna diplomatik dan simbol kekuatan militer global.

Presiden Prabowo terlihat bangga, memberi hormat dan bertepuk tangan saat 451 personel TNI dan Taruna TNI-Polri dari Satgas Patriot II melintasi area parade. Lagu kebangsaan “Maju Tak Gentar” yang dibawakan oleh drumben Taruna “Gita Abdi Negara” mengiringi derap langkah para prajurit, memunculkan rasa haru dan bangga di tengah para tamu undangan internasional.

Indonesia dan Prancis Rayakan 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Dalam pernyataan resmi, Pemerintah Prancis menyebut partisipasi TNI sebagai simbol penguatan hubungan bilateral. Momen ini juga menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Prancis, yang dimulai sejak kemitraan strategis kedua negara pada 2011.

Kerja sama pertahanan kedua negara terus berkembang, mencakup pelatihan militer bersama, pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), serta interaksi rutin angkatan laut dan udara. Parade ini menjadi penanda penting atas kepercayaan Prancis terhadap Indonesia di kawasan Indo-Pasific

Parade Bastille Day 2025 dibuka dengan formasi pesawat tempur Angkatan Udara Prancis, disusul oleh kontingen Indonesia yang tampil dengan formasi lengkap: 262 personel defile dan 189 personel drumben. Selain TNI, parade juga diisi dengan pasukan kendaraan tempur, helikopter, dan pasukan berkuda khas militer Prancis.

Acara ditutup dengan penghormatan khusus memperingati 100 tahun Bleuet de France, lambang solidaritas nasional Prancis bagi veteran dan korban perang.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya