SOLO, HARIANKOTA.COM – Suasana duka menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ketika Sri Sultan Hamengku Buwono X tiba untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paku Buwono XIII, Raja Keraton Solo yang wafat beberapa hari sebelumnya.
Sultan HB X tiba di kompleks keraton sekitar pukul 11.50 WIB, mengenakan setelan jas hitam, didampingi Permaisuri GKR Hemas dan beberapa putri beliau.
Rombongan Keraton Yogyakarta itu langsung disambut oleh keluarga besar Keraton Surakarta di Kori Kamandungan, gerbang utama yang khusus diperuntukkan bagi tamu kehormatan.
Beberapa jam sebelumnya, Adipati Paku Alam X sudah tiba bersama rombongan dari Pakualaman sekitar pukul 10.30 WIB. Keduanya kemudian mengikuti prosesi doa bersama di Sasana Parasdya, tempat jenazah PB XIII disemayamkan dengan suasana khidmat dan penuh penghormatan.
Usai mendoakan almarhum, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kepergian PB XIII, sosok yang disebutnya memiliki peran besar dalam menjaga harmoni budaya Jawa.
“Saya menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya Sinuhun Paku Buwono XIII. Semoga seluruh prosesi berjalan lancar, dan Keraton Surakarta senantiasa dalam kedamaian,” ujar Sultan di hadapan awak media.
Sultan HB X juga menuturkan bahwa meski jarang bertemu karena kesibukan, hubungan antara Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta tetap terjalin baik.
“Kami memang tidak sering bersua, tetapi komunikasi tetap berjalan. Anak-anak saya juga memiliki hubungan baik dengan keluarga Surakarta,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hubungan antar-keraton merupakan wujud kebersamaan dalam melestarikan tradisi dan nilai luhur Jawa.
“Kadang agenda kami berbarengan, jadi sulit menemukan waktu untuk tampil bersama di hadapan masyarakat. Namun silaturahmi dan rasa hormat selalu kami jaga,” tambah Sultan.
Sementara itu, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timur Rumbai, putri almarhum PB XIII, mengucapkan terima kasih atas kehadiran langsung Sultan HB X dan keluarga besar Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Kehadiran Sri Sultan menjadi kehormatan besar bagi keluarga kami. Walau Sinuhun dan beliau sudah beberapa kali bertemu, kunjungan kali ini sangat bermakna,” ujarnya.
Ia juga menuturkan bahwa Keraton Yogyakarta telah memberikan dukungan penuh terhadap rencana pemakaman PB XIII yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (5 November 2025).
“Sri Sultan menyampaikan bahwa saat jenazah tiba di Prambanan, akan ada pengawalan langsung dari pihak Keraton Ngayogyakarta. Semua telah terkoordinasi dengan baik,” tutur GKR Timur.
Kehadiran Sri Sultan HB X dan Paku Alam X di Keraton Surakarta menjadi simbol eratnya tali persaudaraan antar-keraton yang telah lama menjadi fondasi kebudayaan Jawa, sekaligus bukti nyata pelestarian nilai luhur tradisi di tengah modernitas.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.