Solo Jadi Tuan Rumah Festival Sepak Bola Anak Nasional 2026, Ajang Cari Bakat Calon Pemain Timnas

Kota Solo diproyeksikan menjadi tuan rumah festival sepak bola anak tingkat nasional pada akhir 2026. Ajang ini menjadi bagian pencarian bakat usia dini menuju penguatan Timnas Indonesia.

chat_bubble_outline 0
Walikota Solo Respati Ardi

SOLO, HARIANKOTA.COM  – Kota Solo diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan festival sepak bola anak tingkat nasional yang akan digelar pada akhir 2026.

Agenda tersebut dirancang sebagai bagian dari program pencarian dan pembinaan talenta muda untuk mendukung penguatan sepak bola Indonesia menuju target jangka panjang Tim Nasional.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dengan jajaran eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia serta perwakilan Garuda United di Surakarta, Jumat (22/5/2026).

Dalam pertemuan itu dibahas penyelenggaraan festival sepak bola anak yang akan difokuskan pada kelompok usia dini sebagai bagian dari sistem pemantauan bakat nasional.

Respati menjelaskan, program tersebut masuk dalam roadmap pembinaan pemain usia muda yang diarahkan untuk mendukung pengembangan Tim nasional sepak bola Indonesia di masa mendatang.

“Program ini diarahkan untuk mencari talenta usia dini sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang menuju target besar sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Festival direncanakan menyasar anak usia 7 hingga 12 tahun. Proses seleksi dan pemantauan talenta nantinya melibatkan FIFA, PSSI, serta Garuda United.

Pemilihan Kota Solo disebut bukan tanpa alasan. Pemerintah Kota menilai Surakarta memiliki dukungan fasilitas olahraga serta lapangan sepak bola yang cukup lengkap untuk menggelar kegiatan berskala nasional.

Ketersediaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun pola pembinaan usia dini yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Menurut Respati, keberadaan fasilitas olahraga yang memadai membuka peluang bagi Solo untuk menjadi salah satu pusat pengembangan sepak bola anak di Indonesia.

Selain aspek olahraga, penyelenggaraan festival diperkirakan memberi efek ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah diprediksi meningkatkan aktivitas sektor usaha lokal.

Pemerintah Kota menilai pelaku UMKM, sektor kuliner, hingga jasa akomodasi berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya mobilitas pengunjung selama agenda berlangsung.

Tak hanya itu, festival ini juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan sekolah sepak bola (SSB) di Solo dan sekitarnya agar kembali aktif melakukan pembinaan atlet usia dini.

Program tersebut diproyeksikan menjadi tahapan awal dalam membangun jalur pembinaan yang berkelanjutan menuju level sepak bola profesional dan Timnas Indonesia.

 

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya