KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM– Setelah perayaan Idulfitri, masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai penyakit yang kerap meningkat usai Lebaran. Lonjakan kasus biasanya dipicu pola makan tidak terkontrol serta kelelahan akibat aktivitas silaturahmi.
Direktur RSUD Karanganyar, dr. Arif Setyoko, menyebutkan beberapa penyakit yang sering muncul setelah Lebaran. Di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan pencernaan seperti diare dan tifus, hingga penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolesterol.
“Yang paling sering itu ISPA. Selain itu juga penyakit pencernaan seperti diare, tifus, dan gastritis. Untuk penyakit tidak menular biasanya hipertensi dan kolesterol,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan bersantan dan berlemak saat Lebaran menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus tersebut.
“Iya, rata-rata karena makanan berlemak,” tambahnya.
Selain makanan, faktor kelelahan juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Aktivitas silaturahmi yang padat membuat tubuh mudah lelah dan imunitas menurun.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi fisik dengan istirahat cukup serta tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan.
“Jangan terlalu capek karena sering bepergian saat silaturahmi. Lalu pola makan harus dijaga, jangan ‘aji mumpung’ setelah puasa jadi makan berlebihan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, RSUD Karanganyar memutuskan membuka layanan lebih cepat dari jadwal cuti bersama nasional.
Jika cuti bersama berlangsung hingga 25 Maret, RSUD Karanganyar sudah mulai membuka layanan rawat jalan dan poli spesialis pada 24 Maret.
“Biasanya hari pertama buka langsung ramai. Karena itu libur kami perpendek agar pelayanan bisa lebih cepat,” katanya.
Sementara itu, Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi selama 24 jam tanpa henti selama libur Lebaran. Adapun layanan yang sempat libur hanya pelayanan umum dan rawat jalan.
Pihak rumah sakit juga memastikan kesiapan fasilitas, termasuk tempat tidur pasien dan stok obat-obatan.
Persiapan bahkan telah dilakukan sejak sebelum Ramadan, mengingat distribusi obat biasanya terganggu saat libur panjang.
“Obat-obatan sudah kami siapkan sebelumnya, jadi saat libur panjang tetap aman karena ada buffer stock,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang dipanaskan berulang kali atau tidak higienis.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa memicu infeksi saluran pencernaan seperti diare, disentri, hingga tifoid.
“Kadang makanan dipanaskan berkali-kali atau kurang bersih, itu bisa menyebabkan infeksi. Apalagi saat Lebaran banyak warung tutup, jadi makanan disimpan dan dipanaskan ulang,” jelasnya.
Dengan menjaga pola makan, kebersihan makanan, serta kondisi tubuh, masyarakat diharapkan tetap sehat selama dan setelah perayaan Lebaran.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.