KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM –Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menggelar kegiatan cek kesehatan gratis bagi masyarakat dan pekerja di sekitar kawasan stasiun, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini menyasar warga yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan kesehatan serta penguatan budaya keselamatan kerja.
Cek kesehatan gratis tersebut dilaksanakan di Aula BPTT Darman Prasetyo dan diikuti oleh 158 peserta dari berbagai latar belakang pekerjaan. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi, mengingat layanan kesehatan yang diberikan cukup lengkap.
Pemeriksaan meliputi pengukuran antropometri, pemeriksaan mini laboratorium seperti gula darah, asam urat, dan kolesterol, konsultasi dengan dokter umum, pemeriksaan radiologi rontgen thorax, hingga pemeriksaan dahak sebagai skrining Tuberkulosis (TB).
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, khususnya bagi mereka yang bekerja di area dengan mobilitas tinggi seperti lingkungan stasiun.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen KAI dalam mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus langkah preventif meminimalkan risiko kesehatan di lingkungan operasional perkeretaapian.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan bahwa kesehatan masyarakat sekitar stasiun memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran dan keselamatan operasional kereta api.
“KAI berkomitmen mewujudkan ekosistem perkeretaapian yang aman dan sehat, tidak hanya bagi pekerja internal, tetapi juga masyarakat sekitar yang turut berinteraksi dengan operasional kereta api,” ujar Feni.
Ia menambahkan, KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan perjalanan kereta api, tetapi juga pada penciptaan lingkungan kerja dan sosial yang berkelanjutan.
“Upaya pencegahan dan deteksi dini kesehatan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, KAI Daop 6 Yogyakarta menggandeng sejumlah instansi, antara lain Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Disnakertrans DIY, Puskesmas Gedongtengen, RS Respirasi, Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), serta Persatuan Ahli Radiologi Indonesia (PARI).
Kolaborasi lintas instansi tersebut dinilai sebagai wujud nyata komitmen KAI dalam mendukung prinsip keberlanjutan (sustainability), khususnya pada aspek sosial, kesehatan, dan keselamatan kerja.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 6 Yogyakarta berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar stasiun, sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap pentingnya keselamatan, kesehatan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.