Pengelola Wisata Berjo Cemas, Marak Demo Bisa Hambat Kunjungan ke Telaga Madirda & Jumog

Pelaku wisata di Berjo cemas maraknya aksi demo berdampak pada kunjungan ke Telaga Madirda dan Air Terjun Jumog. BumDes Madirda Abadi minta jaminan kondusivitas

chat_bubble_outline 0
Air Terjun Jumog (Foto: HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Para pelaku wisata di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, mulai merasa cemas dengan maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah.

Mereka khawatir gejolak sosial tersebut bisa berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, khususnya ke Telaga Madirda dan Air Terjun Jumog yang menjadi andalan desa wisata Berjo.

Direktur Utama BumDes Madirda Abadi, Sularno, menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya mengandalkan keindahan destinasi, tetapi juga faktor keamanan dan kenyamanan. Ia menilai, aksi demonstrasi yang berujung ricuh berpotensi membuat wisatawan membatalkan rencana perjalanan.

“Kalau demo berubah anarkis, wisatawan pasti merasa waswas. Mereka bisa menunda kunjungan, padahal sektor wisata di Berjo ini sedang berkembang dan memberi banyak manfaat untuk warga,” jelas Sularno, Selasa (2/1/2025).

BumDes Madirda Abadi mengelola beberapa destinasi unggulan, salah satunya Telaga Madirda yang dikenal dengan panorama danau alami serta udara sejuk khas lereng Lawu.

Wisatawan dapat berkemah di tepi telaga, menjajal perahu air, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan.

Spot foto dengan latar perbukitan hijau juga menjadi daya tarik utama bagi pengunjung muda.

Tak jauh dari sana, terdapat Air Terjun Jumog yang populer sebagai “surga yang hilang” karena keindahan alamnya.

Dengan air jernih yang mengalir deras di antara pepohonan rindang, tempat ini menjadi favorit keluarga untuk berlibur.

Wisatawan juga bisa menikmati kuliner tradisional di warung-warung sekitar sambil merasakan suasana khas pedesaan.

Kedua destinasi ini bukan hanya memberi pengalaman wisata yang berkesan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.

Mulai dari pedagang, pengelola parkir, penyedia homestay, hingga pelaku UMKM lokal, semuanya merasakan manfaat dari ramainya kunjungan wisatawan.

Sularno menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menjaga stabilitas wilayah.

Menurutnya, rasa aman adalah modal utama agar wisatawan tetap percaya memilih Berjo sebagai destinasi liburan.

“Kalau situasi tetap kondusif, wisatawan tidak akan ragu datang. Dampaknya bisa positif untuk semua, baik BumDes, pelaku wisata, maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.

Selain Telaga Madirda dan Air Terjun Jumog, Desa Berjo juga memiliki jalur pendakian Gunung Lawu, atraksi budaya, hingga kuliner khas pedesaan.

Dengan dukungan masyarakat dan pengelolaan berkelanjutan, desa wisata ini berpotensi menjadi salah satu ikon pariwisata alam di Karanganyar.

Namun, keberhasilan tersebut hanya bisa terwujud jika situasi sosial tetap aman. “Menjaga kenyamanan wisatawan berarti menjaga masa depan ekonomi desa,” tegas Sularno menutup pernyataannya.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya