Pemkot Solo Kaji Kebijakan WFH ASN Usai Lebaran, Layanan Publik Tetap Prioritas

Pemkot Solo masih mengkaji penerapan WFH satu hari dalam sepekan bagi ASN setelah Lebaran 2026, dengan tetap mengutamakan pelayanan publik.

chat_bubble_outline 0
Wali Kota Solo Respati Ardi

SOLO, HARIANKOTA.COM — Pemerintah Kota Solo masih mengkaji rencana penerapan work from home (WFH) atau kerja dari rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan setelah libur Lebaran 2026.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima imbauan dari pemerintah pusat terkait penerapan WFH bagi ASN. Meski begitu, kebijakan tersebut belum langsung diterapkan di daerah.

Menurutnya, Pemkot Solo akan melakukan kajian terlebih dahulu agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

“Masih kami kaji. Yang jelas, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang, justru harus tetap maksimal,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Respati menjelaskan, kebijakan kerja dari rumah nantinya tidak berlaku untuk semua pegawai. WFH hanya akan diterapkan pada ASN yang pekerjaannya tidak berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Sementara itu, layanan yang bersifat tatap muka tetap akan berjalan normal bahkan diupayakan lebih optimal.

Pemkot Solo sebelumnya sudah pernah menerapkan sistem kerja WFH maupun work from anywhere (WFA). Karena itu, evaluasi efektivitas kerja menjadi salah satu fokus utama dalam pengambilan kebijakan kali ini.

Pemerintah ingin memastikan bahwa produktivitas ASN tetap terjaga meskipun bekerja dari lokasi berbeda.

Terkait penerapan resmi, Pemkot Solo masih melakukan pemetaan terhadap kebutuhan pegawai di setiap OPD. Setelah proses tersebut selesai, surat edaran akan segera diterbitkan.

Respati menegaskan bahwa pihaknya hanya menyesuaikan kebijakan pusat dengan kondisi di daerah.

Diketahui, pemerintah pusat mendorong penerapan WFH sebagai salah satu langkah penghematan energi, terutama di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi mobilitas harian serta konsumsi bahan bakar.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya