Warga Karanganyar Ditemukan Meninggal di TPS Kosong Setelah Empat Hari Menghilang

Seorang pria yang hilang sejak Sabtu dini hari di Karanganyar ditemukan meninggal dunia.

chat_bubble_outline 0

 

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Misteri hilangnya seorang pria sejak Sabtu (18/7/2026) sekitar 04.00 WIB akhirnya terungkap. Korban bernama Soni Wianto (42) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari Rabu (22/7/2026) setelah sempat dicari keluarga selama beberapa hari.

Keluarga mengaku terpukul karena korban selama ini dikenal tidak pernah meninggalkan rumah tanpa memberi kabar.

Sepupu korban, Suwondo (61), warga Kalongan, menuturkan korban terakhir terlihat sebelum waktu subuh pada Sabtu. Saat itu korban keluar rumah seperti biasa untuk membuang sampah sekaligus mematikan lampu.

“Setelah keluar rumah itu tidak kembali lagi. Kami menunggu sampai pagi, kemudian mencari ke berbagai tempat. Baru sekarang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal,” ujar Suwondo.

Ia mengatakan, korban memiliki rutinitas berjalan kaki setiap selesai salat subuh. Karena itu, pada awalnya keluarga mengira korban hanya menjalankan kebiasaan tersebut.

“Namun, setelah berjam-jam tak kunjung pulang, keluarga mulai merasa khawatir dan melakukan pencarian,” jelasnya lagi.

Menurut Suwondo, korban juga tidak memiliki persoalan keluarga maupun konflik dengan siapa pun. Selama ini, korban hanya diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan.

“Sepengetahuan kami tidak ada masalah apa pun. Memang sempat memiliki riwayat sakit, selain itu tidak ada,” katanya.

Korban diketahui telah berkeluarga dan meninggalkan seorang istri serta dua anak. Selama ini ia bekerja sebagai pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar.

Sementara itu, Bidan Desa Rini Wahyu yang melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah menyampaikan bahwa kondisi korban diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan.

“Saat ditemukan, jenazah telah memasuki fase pembusukan lanjut. Perubahan warna kebiruan terlihat di sejumlah bagian tubuh, mulai wajah, leher hingga kaki, disertai pembengkakan,” terangnya.

Rini mengatakan terdapat bekas pendarahan di bagian belakang kepala. Namun, berdasarkan pemeriksaan visual, luka tersebut diduga terjadi akibat benturan saat korban terjatuh, bukan karena tindak kekerasan.

“Kalau melihat kondisinya, kemungkinan akibat terbentur atau terjatuh. Tidak mengarah pada luka karena pukulan benda tumpul,” jelasnya.

Selain itu, ditemukan luka lecet di area pergelangan tangan yang dipastikan bukan berasal dari benda tajam.

Meski terdapat beberapa luka pada tubuh korban, Rini menegaskan tidak ada indikasi kekerasan fisik yang terlihat dari pemeriksaan awal. Namun, ia mengakui kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan cukup berat membuat pemeriksaan di lokasi memiliki keterbatasan.

“Pemeriksaan ini hanya bersifat awal. Karena kondisi jenazah sudah membusuk, penyebab pasti kematian tetap menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya