Tim pertama mencoba menuruni anak tangga, untuk tiba di bibir pantai. Awal perjalanan menuruni anak tangga menuju ke bibir pantai, lumayan melelahkan.
Apalagi, sinar matahari saat Hariankota.com menuruni anak tangga cukup panas menyengat.
Dari pintu masuk hingga bibir pantai, Hariankota.com mencoba menghitung jumlah anak tangga. Ternyata ada 300-an anak tangga.
Namun, rasa lelah saat menuruni 300-an anak tangga sirna Pasalnya di obyek wisata pantai Gunung Payung banyak spot foto yang gak boleh dilewatkan.
Pertama adalah tempat pementasan amphitheater Tedung Jagat yang menghadap Samudera Hindia.

Kalau suasana sedang sepi, kamu bisa menghasilkan berbagai foto dengan angle menarik di sini.
Di atas langit biru juga sering ada yang bermain paralayang sehingga akan menambah keindahan komposisi foto.
Selama menyusuri anak tangga, anda akan disuguhkan pemandangan alam berupa tebing bukit berwarna hijau yang dipenuhi dengan rumput ilalang dan birunya laut di Pantai Gunung Payung.
Setibannya dibibir pantai ada goa goa yang bisa dijadikan lokasi berswafoto.
Tidak jauh dari lokasi pantai, tepatnya di sebelah kiri jalan menuju wisata bahari ini Anda akan menemukan bangunan suci bernama Pura Dhang Kahyangan Gunung Payung. Pura inilah yang menjadi cikal nama Pantai Gunung Payung.
Tim kedua, mencoba turun ke bibir pantai Gunung Payung dengan menggunakan shuttle. Untuk turun dengan menggunakan shuttle, tarif yang dikenakan cukup murah yakni Rp 15 ribu PP termasuk dapat air mineral.
Jalur yang dilalui itupun tak kalah menarik. Dijalanan menurun diantara batu karang, laut berwarna biru sudah menggoda siapapun untuk cepat bermain air.

Apalagi, pemandangan dari atas, saat berada di dalam shuttle bus cukup mempesona.
Begitu pula saat naik, jalan menanjak bisa memacu adrenalin siapapun saat kembali ke lokasi parkir dengan menggunakan shuttle.
Nama Pantai Gunung Payung
Dari beberapa sumber yang diolah HARIANKOTA.COM, Gunung Payung diambil dari nama sebuah pura yangbsanga di sucikan bagi umat Hindu. Pura tersebut bernama Pura Dang Kahyangan Gunung Payung yang tak lain merupakan prasanak dari Pura Luhur Uluwatu.

Sementara Gunung Payung itu sendiri merupakan sebuah kawasan perbukitan di pesisir pantai Pulau Dewata.
Ini dikaitkan dengan perjalanan Maharesi Suci Dang Hyang Niratha yang melakukan perjalanan dari Uluwatu menuju perbukitan Pantai Gunung Payung.
Di mana Gunung Payung itu sendiri tercetuskan tatkala Maharesi mendengar keluh kesah warga setempat, hingga akhirnya menancapkan sebuah gagang gayung. Hal ini dilakukannya guna memberikan masyarakat sebuah sumber air yang bening atau lebih dikenal dengan Air Suci.
Di lokasi ini didirikan sebuah tempat pemujaan atau pura. Pura tersebut di beri nama Dang Kahyangan Gunung Payung, karena wejangan dari Maharesi untuk menjaga sumber air dari tancapan gagang payung.
Dan pada akhirnya kawasan perbukitan pesisir pantai tersebut diberi nama Pantai Gunung Payung.
Pantai Gunung Payung dibuka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 18.00 Wita. Apakah anda tertarik untuk berkunjung ke pantai Gunung Payung?.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.