SOLO, HARIANKOTA.COM– Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Solo dalam mendukung penguatan aglomerasi Soloraya dengan fokus utama pada penurunan angka kemiskinan dan penyiapan tenaga kerja terampil yang sesuai kebutuhan industri.
Hal itu disampaikan Respati saat menjadi pembicara dalam Outlook Ekonomi Soloraya 2026 yang digelar di Sunan Hotel, Surakarta, Rabu (4/2/2026).
Respati menilai kemajuan suatu wilayah tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pengentasan kemiskinan harus menjadi fondasi sebelum membahas pembangunan berskala besar.
“Kalau kita lihat negara-negara maju, pendapatan per kapitanya tinggi. Di kita, kenaikan UMP menjadi Rp2,5 juta saja sudah ramai. Artinya, pekerjaan rumah kita masih panjang. Presiden juga menegaskan bahwa kemiskinan harus dilawan,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika angka kemiskinan berhasil ditekan secara signifikan, pembangunan infrastruktur besar akan lebih mudah direalisasikan karena daya dukung ekonomi masyarakat sudah kuat.
Dalam kerangka aglomerasi Soloraya, Respati menyoroti sektor tekstil sebagai salah satu kekuatan utama kawasan. Kota Solo, kata dia, telah menyiapkan langkah konkret melalui Program Rumah Siap Kerja yang terintegrasi dengan pendidikan vokasi.
Solo saat ini memiliki Akademi Komunitas (AK) Tekstil yang disiapkan untuk memasok tenaga kerja siap pakai bagi industri tekstil regional.
“Kami sudah menganggarkan beasiswa penuh bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk menempuh pendidikan di AK Tekstil. Bahkan, lulusan program ini sudah diinden oleh perusahaan tekstil besar,” jelas Respati.
Respati juga menyinggung kebutuhan tenaga kerja terampil di kawasan industri besar seperti KIT Batang dan Kendal. Ia menyebut, tantangan utama dunia industri saat ini bukan lagi soal investasi, melainkan keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten.
“Keluhan pelaku industri sekarang adalah sulitnya mencari tenaga kerja terampil. Karena itu, Solo memperkuat Program Rumah Siap Kerja untuk menjawab kebutuhan pasar,” tegasnya.
Melalui peran tersebut, Kota Solo diarahkan menjadi penyedia tenaga kerja terampil sektor jasa dan industri bagi kabupaten/kota sekitar dalam ekosistem aglomerasi Soloraya.
Sebagai bagian dari strategi menekan pengangguran, Solo Technopark juga diperluas fungsinya dan dibuka bagi seluruh masyarakat Soloraya.
“Saya tegaskan, Solo Technopark terbuka untuk warga Soloraya. Ini bagian dari dukungan nyata Kota Solo terhadap penguatan aglomerasi kawasan,” pungkas Respati.
Pemerintah Kota Surakarta berharap sinergi antarwilayah di Soloraya mampu meningkatkan daya saing ekonomi regional secara kolektif pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.