KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Tak perlu ruang rapat mewah. Di bawah kepemimpinan Bupati Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghadirkan cara segar dalam membangun komunikasi lintas instansi: cukup duduk bareng, minum kopi, dan bicara dari hati ke hati.
Tradisi “Ngopi Bareng” yang kini rutin digelar, bukan sekadar basa-basi sambil menyeruput kopi. Di sinilah para kepala dinas, camat, hingga tokoh masyarakat diajak berdiskusi terbuka membahas berbagai persoalan daerah tanpa tekanan formalitas.
“Kadang ide bagus itu lahir bukan dari ruang rapat, tapi dari obrolan santai. Kita ubah cara lama—nggak harus kaku, yang penting substansinya sampai,” ujar Bupati Rober, Rabu (18/6/2025).
Agenda ini berlangsung fleksibel. Lokasinya berpindah-pindah: bisa di taman, halaman kantor, atau tempat terbuka lainnya. Yang penting nyaman dan semua peserta merasa setara.
Bukan cuma soal gaya komunikasi, tapi efektivitas. Lewat forum ini, isu-isu krusial seperti pelayanan publik, sampah, hingga infrastruktur langsung ditangani tanpa birokrasi berlapis. Tak jarang, solusi langsung dieksekusi usai diskusi.
“Kita ingin bangun kultur kerja yang terbuka, nggak saling menunggu. Kalau bisa diselesaikan hari ini, kenapa harus rapat lagi minggu depan?” tegas Rober.
Wakil Bupati Adhe Eliana menambahkan, tradisi ini juga jadi medium menyatukan visi dan memperkuat semangat gotong royong. Tak hanya antar-OPD, ke depan warga pun bisa dilibatkan untuk memberi masukan langsung.
“Kami ingin pemerintah ini benar-benar hadir dan mendengar,” ujarnya.
Yang membedakan, tidak ada sekat pangkat atau jabatan dalam forum ini. Semua duduk sejajar, bicara apa adanya. Kritik diterima, saran dicatat, dan keputusan dibuat bersama.
Tradisi “Ngopi Bareng” ini bukan gimmick. Ia tumbuh jadi ruang strategis membangun pemerintahan yang responsif, inklusif, dan humanis. Sebuah pola komunikasi baru, yang mungkin sederhana—tapi justru efektif dan menyentuh akar persoalan.***

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.