Lonjakan Wisata Lebaran, Lawu Group Catat Tren Positif

Kunjungan wisata Lebaran 2026 di Karanganyar meningkat. Lawu Group catat tren positif, dengan lonjakan di sektor kuliner dan wahana baru.

chat_bubble_outline 0
Mitis Highland, Cafe tertinggi di Tawangmangu

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Momentum libur Lebaran 2026 membawa angin segar bagi sektor wisata di kawasan Tawangmangu dan Karanganyar. The Lawu Group mencatat tren kunjungan yang tetap ramai, bahkan melampaui ekspektasi di tengah kekhawatiran kondisi ekonomi.

Vice President The Lawu Group, Muhammad Fajri sampaikan libur lebaran kembali menjadi periode penting bagi pelaku usaha wisata. Bagi Lawu Group, momen ini termasuk salah satu “masa panen” selain libur Tahun Baru.

Fajri menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan sejak bulan Ramadan. Mulai dari perawatan wahana, peningkatan standar keamanan, hingga kesiapan layanan untuk menghadapi lonjakan pengunjung saat high season.

“Ramadan kami gunakan untuk maintenance, memastikan keamanan wahana, dan menyiapkan pelayanan terbaik agar pengunjung nyaman saat libur Lebaran,” ujarnya Sabtu (28/3/2026).

Selain itu, sejumlah program khusus juga disiapkan di seluruh lini bisnis, mulai dari restoran, tempat rekreasi, resort, hingga pusat oleh-oleh.

Meski data kunjungan belum final karena periode libur masih berlangsung, tren yang terjadi dinilai cukup menggembirakan. Kunjungan wisatawan disebut tetap tinggi dan bahkan melebihi perkiraan awal.

“Trennya bagus, bahkan melampaui ekspektasi kami. Memang ada dampak kondisi ekonomi, tapi tidak signifikan,” jelasnya.

Peningkatan kunjungan mulai terlihat sejak hari pertama Lebaran dan terus berlanjut hingga H+1 dan seterusnya. Untuk memantau situasi secara detail, setiap unit usaha kini diwajibkan membuat laporan harian, berbeda dari biasanya yang hanya mingguan.

Sejumlah destinasi unggulan masih menjadi magnet utama wisatawan, seperti Jembatan Kaca, kawasan Lawu Park, hingga berbagai objek wisata di Ngargoyoso dan sekitarnya.

Namun, terjadi pergeseran tren wisata. Jika sebelumnya wisatawan lebih banyak mengunjungi tempat rekreasi, kini minat terhadap wisata kuliner justru meningkat signifikan.

“Hunian resort dan kunjungan wisata sedikit turun, tapi lini F&B justru naik signifikan, bahkan menutup penurunan tersebut,” ungkap Fajri

Public Relations Manager The Lawu Grup Dhani Wulandari menambahkan beberapa unit kuliner seperti Lawu Kala Senja dan Café 2020 menjadi favorit pengunjung selama libur Lebaran.

“Salah satu daya tarik terbaru adalah kafe dengan panorama alam hutan Lawu  yang diklaim sebagai kafe dengan lokasi tertinggi di Tawangmangu,” ujarnya.

Kafe ini menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari akses menggunakan shuttle hingga suguhan pemandangan alam yang spektakuler.

Menu andalan seperti gongso iga menjadi favorit pengunjung, ditambah harga yang masih terjangkau mulai Rp25.000.

“Selama periode Lebaran, kafe ini mampu menarik sekitar 350 hingga 500 pengunjung per hari,” imbuhnya.

Tak hanya itu, wahana baru berupa kereta gantung (cable car) juga mulai beroperasi dan mendapat respons positif. Dalam sehari, rata-rata sekitar 100 pengunjung mencoba wahana tersebut.

Dengan tren kunjungan yang tetap kuat dan inovasi di berbagai lini, Lawu Group optimis sektor pariwisata di Karanganyar dan Tawangmangu masih memiliki prospek cerah, terutama saat momentum libur panjang seperti Lebaran.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya