Lonjakan Penumpang Akhir Tahun, Stasiun Solo Balapan Layani Hampir 12 Ribu Pelanggan

chat_bubble_outline 0

 

YOGYAKARTA, HARIANKOTA.COM – Arus penumpang kereta api di Stasiun Solo Balapan melonjak signifikan pada Rabu (31/12/2025), bertepatan dengan penghujung tahun 2025. Pada hari ke-14 masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, stasiun ini diperkirakan melayani 11.872 penumpang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.009 penumpang tercatat berangkat, sementara 5.863 penumpang tiba di Solo Balapan. Data tersebut masih bersifat sementara karena penjualan tiket terus berlangsung hingga keberangkatan kereta terakhir malam ini.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebut jumlah penumpang hari ini mengalami kenaikan tajam dibandingkan hari normal.

“Pada hari biasa, Solo Balapan memberangkatkan sekitar 4.000 penumpang. Hari ini terjadi peningkatan hingga sekitar 50 persen,” ujar Feni.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan 10 kereta api tambahan. Empat di antaranya diberangkatkan langsung dari Stasiun Solo Balapan, yakni dua KA Lodaya Tambahan, KA Batavia, serta KA Tambahan relasi Solo Balapan–Pasarsenen.

Feni menambahkan, hingga puncak arus balik dan berakhirnya masa Angkutan Nataru pada 4 Januari 2026, masih tersedia 29.876 tiket keberangkatan dari Solo Balapan. Tujuan favorit penumpang meliputi Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang, dengan stasiun tujuan terbanyak antara lain Pasarsenen, Gambir, Surabaya Gubeng, Bandung, dan Malang.

“Penumpang bisa memanfaatkan aplikasi Access by KAI, termasuk fitur Connecting Train, sebagai alternatif jika tiket pada relasi tertentu sudah habis,” jelasnya.

Secara kumulatif, selama masa Angkutan Nataru 2025/2026, Stasiun Solo Balapan telah melayani 182.034 penumpang, terdiri dari 89.137 penumpang berangkat dan 92.897 penumpang tiba.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

2 hari yang lalu