Longsor Lereng Gunung Lawu Tawangmangu Sempat Ganggu Akses Jalan, Kini Normal Kembali

Longsor di lereng Gunung Lawu, wilayah Tawangmangu, Karanganyar
Sudut berita: Gangguan akses jalan akibat longsor sementara, kini sudah normal

chat_bubble_outline 0
Longsor Lereng Gunung Lawu Tutup Akses Jalan Tawangmangu, Kini Sudah Normal (Ist/HARIANKOTA)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Longsor lereng Gunung Lawu terjadi di wilayah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (26/12025) sore.

Hujan deras yang mengguyur sejak siang memicu dua titik longsor dan sempat menutup akses jalan warga. Petugas gabungan bersama masyarakat bergerak cepat membersihkan material hingga jalur kembali bisa dilalui.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan bahwa longsor pertama muncul di Jalan Plumbon Tawangmangu, tepat di samping Punden. Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB saat curah hujan sedang tinggi.

“Material tanah dan batu menutup sebagian badan jalan penghubung Solo–Tawangmangu. Lalu lintas sempat macet, tetapi tim BPBD, relawan, dan warga segera melakukan pembersihan. Kurang dari 40 menit, kendaraan sudah bisa lewat kembali,” ujar Hendro saat dikonfirmasi.

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, tepatnya di atas Dusun Tapan. Longsoran tanah dari area pembangunan glamping menimbun saluran air dan sebagian jalan desa.

“Material longsor turun ke jalan dan menutup akses utama dari Desa Sendang menuju Tawangmangu. Kami langsung terjunkan personel ke lokasi. Sekarang jalur sudah bersih dan aman dilalui,” tambahnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah dalam kejadian tersebut. Longsor hanya menyebabkan tumpukan tanah dan batu di beberapa titik jalan desa.

Hendro menegaskan, curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab longsor di kawasan lereng Gunung Lawu itu.

“Tidak ada warga yang harus mengungsi. Semua situasi sudah terkendali, namun kami tetap siaga memantau daerah rawan longsor,” terangnya.

Sementara itu, BPBD Karanganyar juga mencatat longsor kecil di Kecamatan Jatiyoso. Insiden tersebut hanya merusak bagian dapur rumah warga dan tidak menimbulkan korban.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

20 jam yang lalu