KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Karanganyar menyiapkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar guna memaksimalkan persiapan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah mendatang.
Dana tersebut difokuskan untuk pembinaan atlet, pemusatan latihan, hingga peningkatan kondisi fisik para atlet yang akan memperkuat kontingen Karanganyar.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Karanganyar, Bagus Selo, mengatakan jumlah atlet Karanganyar yang lolos tahap kualifikasi Porprov tahun ini mengalami peningkatan dibanding edisi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat persiapan harus dilakukan lebih matang dan terencana.
Menurutnya, sebanyak 254 atlet dipastikan memperkuat kontingen Karanganyar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Para atlet tersebut berasal dari 48 cabang olahraga yang telah berhasil melewati proses kualifikasi.
“Jumlah atlet yang lolos kualifikasi meningkat dibanding Porprov sebelumnya. Karena itu, kami harus menyiapkan program pembinaan yang lebih maksimal agar mereka bisa tampil optimal,” ujar Bagus Selo usai buka puasa bersama para ketua cabang olahraga di Gedung DPRD Karanganyar, Rabu (11/3/2026).
Bagus yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar itu menjelaskan, jika digabung dengan pelatih dan ofisial, total personel dalam kontingen Karanganyar mencapai sekitar 317 orang.
Untuk meningkatkan performa atlet, KONI Karanganyar akan menggelar program training camp (TC) yang direncanakan dimulai pada April 2026. Program tersebut menjadi bagian penting dari strategi pembinaan menjelang pelaksanaan Porprov.
Dalam program TC, para atlet akan menjalani latihan lebih intensif, baik dalam peningkatan teknik, strategi pertandingan, maupun penguatan kondisi fisik. Selain itu, atlet juga akan mendapatkan dukungan program kebugaran dan pendampingan fisioterapi agar tetap dalam kondisi prima selama masa persiapan.
“Selain teknik dan strategi, kondisi fisik atlet juga menjadi perhatian utama. Karena itu kami menyiapkan program kebugaran dan fisioterapi agar atlet tetap dalam performa terbaik,” katanya.
Berbeda dengan pemusatan latihan terpadu, program TC bagi atlet Karanganyar tidak dilakukan di satu tempat. Setiap cabang olahraga akan menjalankan latihan di lokasi masing-masing sesuai kebutuhan fasilitas serta karakteristik cabang olahraga tersebut.
Dari total anggaran Rp4,5 miliar yang disiapkan, sekitar Rp2 miliar dialokasikan khusus untuk pelaksanaan training camp. Sementara sisanya digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan persiapan kontingen menuju Porprov.
Sejumlah cabang olahraga diprediksi menjadi andalan Karanganyar dalam perburuan medali, seperti dancesport, jujitsu, balap motor, paralayang, binaraga, panjat tebing, voli pantai, petanque, balap sepeda, menembak, hingga aeromodelling.
Selain itu, beberapa cabang olahraga lain juga dinilai memiliki peluang meraih prestasi, di antaranya angkat berat, berkuda, dan catur.
Dengan potensi tersebut, KONI Karanganyar menargetkan kontingen daerahnya mampu membawa pulang sedikitnya 15 medali emas pada Porprov Jawa Tengah mendatang.
Terkait pemberian bonus bagi atlet berprestasi, Bagus Selo menyebut pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Hal ini karena sebagian besar anggaran yang tersedia saat ini diprioritaskan untuk pembinaan dan persiapan atlet.
“Kami berharap ada bentuk apresiasi bagi atlet yang mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah. Untuk itu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait reward bagi atlet,” ujarnya.
Selain mempersiapkan atlet, Karanganyar juga berpeluang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan pertandingan Porprov. Salah satu venue yang dipertimbangkan adalah kolam renang Intanpari yang direncanakan menjadi lokasi pertandingan cabang olahraga renang.
Dengan peningkatan jumlah atlet serta program pembinaan yang lebih terarah, KONI Karanganyar optimistis kontingennya mampu meningkatkan prestasi dalam ajang Porprov Jawa Tengah mendatang.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.