Koin Celengan Menumpuk? Warga Serbu Layanan Tukar Uang Logam di Syekaten

Layanan tukar koin BI Solo di Gema Syiar Syekaten diserbu warga. Puluhan ribu keping uang logam ditukarkan dan warga mendapat bonus minyak goreng.

chat_bubble_outline 0

SOLO, HARIANKOTA.COM  — Koin-koin yang selama ini tersimpan di celengan hingga menumpuk sebagai uang kembalian mulai ditukarkan warga dalam gelaran Gema Syiar Syekaten di Solo Square. Layanan penukaran uang logam Bank Indonesia (BI) Solo itu bahkan dipadati masyarakat sejak hari pertama.

Selama dua hari, Jumat dan Sabtu, total uang logam yang ditukarkan mencapai sekitar Rp15 juta atau sebanyak 36.119 keping.

Administrator Perkasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, mengatakan pada Jumat terkumpul sekitar Rp6 juta dari 14.810 keping uang logam. Jumlah tersebut meningkat pada Sabtu menjadi sekitar Rp9 juta dari 21.309 keping.

Pecahan Rp500 dan Rp200 menjadi jenis koin yang paling banyak dibawa warga. Salah seorang warga bahkan menukarkan koin hasil celengan dan uang kembalian yang dikumpulkan dalam beberapa kantong plastik dengan total nilai sekitar Rp2,3 juta.

Menurut Faisal, BI Solo juga memberikan minyak goreng kemasan 1 liter secara gratis untuk menarik minat masyarakat mengedarkan kembali uang logam yang tersimpan di rumah.

Warga yang menukarkan sedikitnya 100 keping uang logam mendapatkan satu liter minyak goreng.

Antusiasme masyarakat membuat BI Solo menambah kuota minyak goreng dari semula 40 liter menjadi 60 liter per hari. Dalam dua hari pertama, tercatat 82 orang melakukan penukaran. Sementara pada hari terakhir, antrean warga masih mencapai lebih dari 60 orang.

Setelah dikumpulkan, uang logam tersebut akan melalui proses sortir di BI Solo. Koin yang masih layak edar selanjutnya disalurkan kembali melalui perbankan untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat, khususnya sebagai uang kembalian.

“Untuk menarik minat masyarakat, BI Solo memberikan minyak goreng kemasan 1 liter secara gratis bagi warga yang menukarkan sedikitnya 100 keping uang logam,” kata Faisal, Minggu (30/8/2026).

Sementara itu, uang logam yang rusak dan tidak layak edar akan ditarik dari peredaran untuk kemudian dimusnahkan sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Faisal mengimbau masyarakat tidak menyimpan uang logam terlalu lama di rumah. Koin yang sudah tidak digunakan dapat ditukarkan melalui layanan perbankan.

Namun, penggantian tidak berlaku untuk uang logam yang mengalami kerusakan berat, seperti terpotong atau sebagian bagiannya hilang.

“Untuk uang logam yang mengalami kerusakan berat, misalnya terpotong atau sebagian bagiannya hilang, tidak dapat dilakukan penggantian sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya