Ketika Sunyi Nyepi Bertemu Gema Takbir di Lereng Gunung Lawu

Di balik keindahan alamnya, lereng Lawu menyimpan kisah tentang harmoni dan toleransi yang telah terjalin selama berabad-abad

chat_bubble_outline 0
Persiapan Nyepi di lereng Gunung Lawu (Foto: HARIANKOTA)

Umat Muslim yang telah hafal waktu sholat pun bergegas ke masjid tanpa menunggu adzan yang lantang.

“Adzan tetap dikumandangkan, tapi pelan, tanpa pengeras suara. Jadi hanya terdengar di dalam masjid, tidak mengganggu umat Hindu yang sedang beribadah,” jelas Joko.

Kerukunan ini bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Gotong royong dan saling menghormati menjadi perekat yang menyatukan masyarakat lereng Lawu.

Mereka membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai.

Di lereng Lawu, dupa dan adzan bersanding damai, menciptakan simfoni harmoni yang menggetarkan hati. Sebuah potret indah tentang Indonesia yang kaya akan keragaman dan toleransi.***

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

2 hari yang lalu