Keluarga Korban Pesawat ATR Masih Menunggu Hasil Identifikasi Resmi

Keluarga korban pesawat jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, masih menunggu pengumuman resmi daftar nama korban. Doa bersama digelar selama tiga hari.

chat_bubble_outline 0
rumah Hariadi, salah satu korban pesawat jatuh di Maros

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Keluarga besar Haryadi, yang dikabarkan menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di  Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), masih menunggu hasil resmi dari pihak berwenang.

Hariadi warga Perumahan Puri Kahuripan 3, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar diketahui bekerja sebagai flight operation officer (FOO) di maskapai tersebut.

“Sampai sekarang pihak keluarga masih menunggu kabar resmi,” ujar Ketua RT setempat Rudi Hermawan, Jumat (23/1/2026)

Menurut Rudi, pihak keluarga telah berupaya menjalin komunikasi dengan kerabat yang berada di Makassar dan Maros, namun informasi yang diterima masih terbatas dan belum dapat dijadikan pegangan.

“Sudah ada saudara di Makassar dan Maros yang dihubungi, tapi dari sana juga belum ada kabar pasti. Belum bisa memberikan keterangan apa pun karena memang nama-namanya (korban) belum diumumkan (resmi),” jelasnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga korban telah menggelar doa bersama selama tiga hari sebagai bentuk ikhtiar dan penguatan batin.

“Dari keluarga sudah menggelar doa bersama selama tiga hari,” lanjut Rudi.

Rudi juga menyampaikan bahwa kondisi istri dari Hariadi dalam keadaan sehat. Pemeriksaan telah dilakukan oleh tim kesehatan dari Polres Karanganyar.

“Kemarin sudah dicek oleh tim medis Polres Alhamdulillah kondisinya baik-baik saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski sempat terpukul oleh kabar musibah tersebut, kondisi psikologis keluarga saat ini relatif stabil sambil menunggu informasi resmi.

Rudi menambahkan dari keluarga  belum melakukan persiapan lebih lanjut terkait prosesi atau langkah berikutnya karena masih menunggu pengumuman resmi dari otoritas terkait.

“Intinya kami masih menunggu kabar resmi,” tegas Rudi.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu