Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo Soroti Degradasi Moral Generasi Muda: Pendidikan Jangan Sekadar Cetak Pemilik Ijazah

Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo menyoroti degradasi moral generasi muda dan mengingatkan pendidikan tidak boleh hanya mengejar ijazah tanpa adab

chat_bubble_outline 0
Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo Soroti Degradasi Moral Generasi Muda: Pendidikan Jangan Sekadar Cetak Pemilik Ijazah (Foto: Ist/HARIANKOTA)

DENPASAR, HARIANKOTA.COM – Fenomena menurunnya moral di kalangan generasi muda menjadi perhatian berbagai pihak.

Di tengah meningkatnya jumlah lulusan pendidikan formal, perilaku yang tidak mencerminkan etika justru masih kerap ditemukan.

Irjen Pol Susilo Teguh Raharjo menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membangun karakter dan adab generasi muda.

“Degradasi moral dari generasi ke generasi terus berjalan. Jangan sampai pendidikan hanya membangun kesan bahwa seseorang pernah sekolah dan memiliki ijazah,” ujar Susilo dalam rilis pada HARIANKOTA.COM, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, fenomena perilaku kurang beretika dari orang yang memiliki pendidikan tinggi seharusnya tidak dianggap sebagai hal biasa.

“Kadang kita melihat orang yang berilmu justru bertindak tidak mencerminkan sebagai orang yang berilmu. Hal ini tentu memprihatinkan,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan akan semakin serius ketika ilmu yang dimiliki justru digunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan.

“Lebih berbahaya lagi ketika ilmu digunakan untuk berbuat jahat atau melakukan perilaku yang menyimpang. Ini menjadi kegagalan yang sangat memprihatinkan dalam dunia pendidikan,” tegasnya.

Susilo menjelaskan, dalam tujuan pendidikan nasional Indonesia sebenarnya telah ditegaskan bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia.

Menurutnya, penempatan nilai keimanan dan akhlak pada bagian awal tujuan pendidikan menunjukkan bahwa moral dan adab merupakan fondasi utama sebelum ilmu pengetahuan.

Pandangan tersebut juga sejalan dengan ungkapan yang sering dikaitkan dengan Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bahwa adab lebih utama daripada ilmu.

“Tanpa adab, ilmu bisa menjadi tidak berkah bahkan berbahaya, karena adab merupakan pengendali dari ilmu itu sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, ilmu yang tinggi tanpa disertai adab berpotensi melahirkan sikap sombong dan merendahkan orang lain.

Sebaliknya, ilmu yang dilandasi adab akan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Karena itu, ia menilai penguatan pendidikan karakter perlu terus dilakukan agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya