Ini 8 Kota Mati yang Dihapus dari Peta Indonesia, Berikut Ulasannya

Kota Mati, mendengar namannya saja, siapapun akan terbawa pada film-film Hollywood dengan latar belakang bangunan-bangunan kusam tak berpenghuni. Di Indonesia ternyata ada 8 Kota Mati yang sudah ditinggalkan penduduknya

chat_bubble_outline 0
Kota Mati
8 Kota Mati yang Dihapus dari Peta Indonesia (Foto: Tangkapan layar Youtube)
  1. Dusun Cimeong Kuningan

Dusun Cimeong adalah sebuah dusun di Desa Cilayung, Kecamatan Ciwaru, kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dusun ini ditinggalkan oleh penghuninya sejak tahun 2-16 akibat bencana alam berupa pergeseran tanah dan tanah longsor yang cukup parah. Beberapa rumah tertimbun tanah dan tidak terawat. Sehingga memberikan nuansa suram dan mistis.

Hanya ada satu orang warga yang masih bertahan tinggal di dusun ini yaitu Abah Lurah yang merupakan tokoh masyarakat yang dihormati di desanya. Ia memilih tinggal di rumahnya menjaga dan menggarap sawah miliknya.

Sementara anak-anaknya sudah dipindah ke tempat relokasi di Dusun Mekarsari Dusun Cimeong menjadi saksi bisu tragedi yang menimpa warga beberapa tahun.

  1. Kota Mati Tommy Soeharto

Kota Mati Tommy Soeharto ini berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Kota ini juga menjadi wilayah yang resmi dihapus dari peta Indonesia.

Disebut kota mati karena dulunya area ini adalah lahan karet dengan luas 1.200 hektare, yang mana diambil oleh empat perusahaan milik keluarga cendana pada 1991.

Kemudian di tahun 1993-1997 Tommy Soeharto membangun perusahaan mobil Timor dan perumahan Perum Karawang Baru yang rencananya diperuntukkan untuk para pekerja.

Namun pada 1998 saat orde baru, pajak di kawasan tersebut tidak terbayarkan. Hingga akhirnya terbengkalai dan kini berubah jadi kota mati.

  1. Desa Simacem

Wilayah ini tampak lebih mengerikan dan menyeramkan dari dua kota tadi. Di mana Desa Simacem yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatra Utara ini dulunya merupakan kawasan asri, ditambah lagi berada di kaki pegunungan atau hanya 3 kilometer dari Gunung Sinabung.

Namun, karena erupsi dan muntahan lava erupsi Gunung Sinabung pada 15 September 2013 membuat Desa Simacem jadi terkena imbasnya.

Seluruh wilayah pedesaan ini tersapu bersih oleh awan panas dan guyuran lava panas, sehingga membuatnya jadi desa mati.

Kini sisa bangunan hingga harta benda milik warga desa masih banyak yang tertinggal. Meski demikian, desa ini menjadi wilayah mati dan tak berpenghuni lagi.

  1. Desa Berastepu

Selain Desa Simacem, Desa Berastepu juga menjadi wilayah mati akibat ganasnya erupsi Gunung Sinabung di Karo, Sumatra Utara. Kini kawasan tersebut tak lagi berpenghuni, dan seluruhnya ditumbuhi tanaman liar serta semak belukar. Dulunya ditinggali sekitar 200 kepala keluarga, namun sejak kejadian tersebut desa ini ditinggalkan oleh penghuninya.

Itulah 8 Kota di Indonesia yang sudah ditinggalkan penduduknya. Semua kota-kota itu menjadi saksi bisu dari perjalanan waktu sebelum akhirnya kota-kota ini menjadi kota tak berpenghuni alias Kota mati. ***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

24 jam yang lalu