SOLO, HARIANKOTA.COM – Atmosfer sepak bola putri di Kota Bengawan sedang bergelora. Ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2025 menjadi bukti nyata bahwa minat anak-anak perempuan terhadap sepak bola makin tinggi.
Dari tahun sebelumnya hanya diikuti sekitar 1.000 pemain, kini peserta membeludak hingga 1.700 pemain muda dari berbagai sekolah di Solo dan sekitarnya.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi besar terhadap penyelenggara dan para peserta.
Menurutnya, turnamen seperti ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah penting bagi generasi muda, terutama anak perempuan, untuk berani bermimpi dan berprestasi lewat olahraga.
“Saya bangga melihat semakin banyak anak perempuan yang aktif di sepak bola. Ini kesempatan emas menumbuhkan semangat sportivitas sejak dini,” ujar Astrid, Minggu (2/11/2025).
Astrid menambahkan, lebih dari 100 sekolah kini telah ikut serta. Hal ini menunjukkan Solo telah memiliki ekosistem olahraga yang kuat.
Ia optimistis, dari ajang seperti MilkLife Soccer Challenge akan lahir lebih banyak pemain berbakat yang bisa menembus tim nasional.
“Beberapa anak dari Solo sudah masuk timnas. Itu bukti pembinaan yang baik dan jadi kebanggaan kota ini,” tambahnya.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengungkapkan, peningkatan jumlah peserta diiringi dengan peningkatan kualitas permainan. Sekolah-sekolah kini lebih serius menyiapkan tim dan latihan.
“Kalau dilihat dari cara bermainnya, banyak tim sudah berkembang. Sekolah sekarang mulai fokus pada pembinaan, meski belum semua bisa merata,” jelas Timo.
Ia menyebut salah satu kunci sukses adalah banyaknya pemain yang kini berani berlatih di Sekolah Sepak Bola (SSB) dan bertanding bersama tim laki-laki.
Menurut Timo, langkah tersebut menjadi cara efektif untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mental bertanding.
“Saya lihat tren positif, banyak yang gabung ke SSB dan berani main bareng cowok. Itu bagus sekali untuk pengembangan skill dan mental,” ujarnya.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian publik di MLSC tahun ini adalah Ika Wanda. Setelah absen di edisi 2024, pemain muda tersebut tampil gemilang dengan membawa timnya juara sekaligus menyabet gelar top scorer.
“Saya selalu berusaha belajar dan tidak cepat puas. Kuncinya latihan rutin, doa, dan dukungan orang tua,” kata Ika usai laga final.
Pelatihnya, Kurniawan Ardianto, menilai keberhasilan timnya tak lepas dari pembentukan mental juara sejak dini. Ia menanamkan disiplin dan semangat bertarung di setiap latihan.
“Mental juara itu harus dibangun dari kecil. Anak-anak kami latih agar tidak cepat puas dan tetap rendah hati,” tegas Kurniawan.
Coach Timo juga menyoroti munculnya pemain-pemain Solo yang kini memperkuat tim nasional sepak bola putri Indonesia. Ia menilai kehadiran figur publik dan role model membuat anak-anak makin termotivasi untuk mengejar impian.
“Dulu mereka tidak punya panutan. Sekarang sudah ada bintang lokal yang dijadikan contoh. Anak-anak jadi semangat karena bisa lihat sendiri contohnya,” jelasnya.
Dengan dukungan pemerintah kota, pelatih, dan pihak sekolah, Solo kini menjadi salah satu pusat perkembangan sepak bola putri di Tanah Air.
Ajang seperti MilkLife Soccer Challenge 2025 diyakini akan terus melahirkan talenta muda yang siap bersinar di level nasional bahkan internasional.***


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.