Benahi Infrastruktur 2026, Pemkab Buleleng Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata

Pemkab Buleleng fokus membenahi infrastruktur 2026 untuk mendorong ekonomi daerah dan pariwisata melalui perbaikan jalan dan penataan kota.

chat_bubble_outline 0
Pemkab Buleleng fokus perbaikan infrastruktur/Dok.MC Kab.Buleleng

BULELENG, HARIANKOTA.COM  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali, menjadikan pembenahan infrastruktur sebagai strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata pada 2026. Perbaikan jalan, pelebaran jembatan, hingga penataan kawasan kota diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga dan wisatawan.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna mengarahkan pembangunan infrastruktur agar berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah ruas jalan mulai diperbaiki sejak awal tahun, termasuk Jalan Pulau Menjangan yang menjadi akses penting menuju kawasan wisata.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan peningkatan kualitas infrastruktur bertujuan membuka akses ekonomi baru dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Perbaikan jalan dan jembatan diharapkan memperlancar distribusi barang, aktivitas UMKM, serta pergerakan wisatawan,” ujar Adiptha, Senin (2/2/2026).

Tahun ini, Dinas PUPR menangani sejumlah ruas jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, seperti Jalan Merak, Mengening, Bebetin, Tamblang, hingga Gerokgak. Penanganan dilakukan melalui pemeliharaan dan pelapisan hotmix sesuai kondisi lapangan.

Pemkab Buleleng juga menyiapkan pelebaran jembatan strategis, di antaranya Jembatan Sangket dan jembatan Tukad Banyumala di kawasan Banyuasri, guna mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Di sisi perkotaan, penataan kawasan Titik Nol Singaraja mulai direalisasikan. Proyek ini tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga ditargetkan menjadi ruang publik baru yang mampu menarik kunjungan wisata dan menggerakkan sektor jasa serta UMKM.

Penataan kawasan tersebut sekaligus diarahkan untuk mengatasi banjir melalui perbaikan sistem drainase dan pengaturan aliran air ke Tukad Buleleng dan Tukad Banyumala. Selain itu, seluruh kabel utilitas direncanakan ditanam di bawah tanah agar kawasan kota terlihat lebih rapi dan nyaman.

Tak kalah penting, Pemkab Buleleng juga menyiapkan penataan kawasan heritage dengan menghubungkan sejumlah situs bersejarah, seperti Puri Sukasada, Museum Lontar Gedong Kirtya, dan Puri Buleleng. Upaya ini diyakini dapat memperkuat daya tarik wisata budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif lokal.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya