Bali Tancap Gas Ratakan Pembangunan, 4 Daerah Sepakat Danai Proyek Strategis hingga 2029

Bali tancap gas ratakan pembangunan lewat BKK lintas daerah. Empat daerah sepakat danai proyek strategis hingga 2029 untuk dorong ekonomi dan pemerataan

chat_bubble_outline 0
Empat daerah teken BKK proyek strategis Bali di Denpasar (Foto: Instagram Humas Pemrov Bali)

DENPASAR, HARIANKOTA.COM – Bali tancap gas meratakan pembangunan saat sektor pariwisata menghadapi tekanan global. Empat daerah kunci sepakat mengunci skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk mendanai proyek strategis hingga 2029.

Kesepakatan strategis tersebut diteken di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi lintas daerah dalam pembangunan.
Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kabupaten Gianyar menyepakati perubahan perjanjian Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk mendukung Proyek Strategis Provinsi Bali.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

Penguatan skema BKK ini menandai arah baru pembangunan Bali yang lebih terintegrasi. Pemerintah daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan memperkuat kolaborasi untuk mengatasi ketimpangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika pariwisata global.

Skema tersebut bertumpu pada semangat gotong royong fiskal, terutama dari daerah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi yang bersumber dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR).

Sebagian pendapatan dialokasikan untuk membantu pembangunan di wilayah lain.
Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret menghadirkan keadilan pembangunan agar manfaat pertumbuhan ekonomi tidak terpusat di kawasan tertentu, tetapi dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Bali.

“Proyek Strategis Provinsi Bali ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan kualitas pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga 2029,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster.

Program tersebut dirancang berjalan hingga 2028–2029 sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Bali sekaligus menjaga keseimbangan pembangunan antarwilayah.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Bali yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.***

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya