KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Wacana pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai memicu penyesuaian di sektor transportasi sewa.
Pelaku usaha rental kendaraan mulai menghitung ulang biaya operasional sambil menyiapkan sejumlah langkah agar usaha tetap berjalan tanpa membebani pelanggan secara berlebihan.
Salah satu strategi yang mulai dipertimbangkan adalah melakukan evaluasi terhadap komposisi armada, terutama kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar yang berpotensi terdampak apabila nantinya aturan penggunaan BBM diterapkan lebih selektif.
Koordinator usaha rental mobil Lumintu, Antonius Lika, mengatakan ketidakpastian teknis kebijakan membuat pelaku usaha mulai menyiapkan berbagai skenario operasional sejak sekarang.

Menurutnya, apabila sebagian armada tidak lagi dapat mengakses BBM bersubsidi, maka penggunaan bahan bakar dengan harga lebih tinggi akan meningkatkan biaya harian kendaraan.
“Kalau armada kami yang kapasitas mesinnya besar otomatis nanti ada penyesuaian harga sewa,” kata Antonius Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, penyesuaian tidak selalu dilakukan melalui kenaikan tarif. Opsi lain yang dipertimbangkan adalah mengalihkan penggunaan kendaraan ke unit dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
“Kalau kondisinya seperti ini, ada kemungkinan jenis armada diturunkan ke yang kapasitas mesinnya lebih kecil,” ujarnya.
Selain menata ulang armada, pelaku usaha juga mulai mengubah pola layanan kepada konsumen. Beberapa rental menerapkan pemisahan komponen biaya antara tarif kendaraan dan kebutuhan bahan bakar.
Dengan skema tersebut, pelanggan hanya membayar biaya penggunaan kendaraan, sedangkan pengisian BBM ditanggung langsung oleh penyewa melalui sistem lepas kunci. Cara ini dinilai mampu menjaga kestabilan biaya operasional ketika harga bahan bakar bergerak naik.
Di sisi lain, kondisi pasar rental disebut belum sepenuhnya pulih. Aktivitas penyewaan saat ini masih lebih banyak ditopang pelanggan lama dibanding permintaan baru.
“Sekarang agak meredup. Yang masih jalan ya klien-klien yang memang sudah langganan,” ungkap Antonius.
Saat ini usaha rental yang dikelola bersama rekan-rekannya memiliki sekitar 10 unit kendaraan. Untuk tarif, pihaknya masih melakukan simulasi dan belum menetapkan angka resmi.
Namun apabila biaya operasional meningkat, tarif sewa kendaraan yang sebelumnya berada di kisaran Rp450 ribu per hari berpotensi mengalami penyesuaian sekitar Rp100 ribu.
Pelaku usaha berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan aturan beserta masa transisi yang cukup agar adaptasi di lapangan berjalan lebih terukur dan tidak menekan daya beli masyarakat.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.