Anak 9 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Intanpari, Ini Kronologi dan Tanggapan Resmi

Seorang anak tenggelam di kolam renang Intanpari Karanganyar. Pengelola beri klarifikasi, keluarga diberi santunan. Imbauan pengawasan diperketat

chat_bubble_outline 0
Direktur Utama PT Aneka Usaha Samidi pengelola kolam renang Intanpari memberikan klarifikasi tentang kejadian meninggaknya anak SD saat berenang (Foto: HARIANKOTA/Muhammad Bramantyo)

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Sebuah insiden memilukan terjadi di kawasan wisata Edupark dan Kolam Renang Intanpari, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Senin pagi (12/5/2025). Seorang anak perempuan berusia 9 tahun, berinisial CF, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang berkedalaman 1,3 meter.

Kasi Humas Polres Karanganyar Iptu M Sulistiawan Abdillah mengatakan korban datang bersama nenek dan sepupunya sekitar pukul 09.30 WIB.

“Setelah sempat berenang di kolam luar bersama neneknya, korban berniat menyusul sepupunya ke kolam indoor. Namun karena perbedaan tiket, mereka tidak bisa masuk ke area tersebut. CF pun kembali berenang di kolam awal seorang diri, ” papar Iptu Sulis pada HARIANKOTA.COM, Rabu (14/5/2025).

Tragisnya, sang nenek sempat meninggalkan kolam untuk ke kamar mandi. Ketika kembali, ia tidak lagi menemukan cucunya. Upaya pencarian pun dilakukan, dan tak lama berselang, korban ditemukan dalam kondisi kritis.

Tim rescue wisata langsung memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke RSUD setempat, namun nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.

Penjelasan Lengkap dari Pengelola

Direktur Utama PT Aneka Usaha, Samidi, yang menaungi pengelolaan objek wisata tersebut, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur keselamatan sesuai SOP.

“Insiden ini terjadi karena kurangnya pengawasan langsung dari pendamping. Proses belajar berenang saat itu masih berlangsung, dan korban ditinggal ke kamar mandi oleh neneknya. Ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak,” ujarnya.

Pihak manajemen juga memastikan bahwa semua hak keluarga korban telah diberikan, termasuk santunan, asuransi, dan biaya rumah sakit. Keluarga korban, menurut Samidi, telah memberikan surat pernyataan ikhlas dan tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Pengawasan Akan Ditingkatkan

Meski insiden ini merupakan musibah tak terduga, pihak pengelola menegaskan komitmennya untuk meningkatkan sistem pengawasan di semua area kolam. Dengan jumlah pengunjung yang telah mencapai lebih dari 115.000 orang dari Januari hingga April 2025, evaluasi dan peningkatan keamanan menjadi prioritas utama.

“Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan BPBD dan memperkuat sistem rescue serta menyarankan pengunjung anak-anak untuk mengikuti program privat berenang demi keamanan yang lebih baik,” tambah Samidi.

Imbauan untuk Pengunjung

Pihak pengelola mengingatkan kepada seluruh orang tua dan pendamping agar selalu mengawasi anak-anak secara ketat saat berada di area kolam renang. Meski fasilitas dan tim rescue telah disediakan, pendampingan langsung dari keluarga tetap menjadi kunci keselamatan.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya

Upacara Jumenengan PB XIV Lengkapi Tahapan Tradisi Keraton Surakarta

SOLO, HARIANKOTA.COM – Rangkaian adat jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Prosesi yang dijalani selama dua hari menjadi bagian penting dalam melengkapi tahapan tradisi bertahtanya Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV Hangabehi. Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah […]

1 hari yang lalu