KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Karanganyar mulai menyusun kekuatan untuk menghadapi Pemilu 2029. Setelah vakum beberapa waktu lamanya dari kursi DPRD Karanganyar, partai berlambang Ka’bah itu memasang target besar untuk kembali masuk parlemen.
Ketua DPC PPP Karanganyar, Agus Basuki, mengatakan konsolidasi dilakukan secara bertahap dengan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah. Salah satunya melalui pembentukan Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu), penguatan Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta menghidupkan kembali organisasi sayap partai.
“Insyaallah satu fraksi,” kata Agus saat ditemui dalam kegiatan konsolidasi PPP Karanganyar, Jumat (28/8/2026) malam.
Saat ini, sebanyak 17 PAC PPP di Karanganyar telah terbentuk. Struktur ranting juga terus diperkuat, termasuk dengan mengaktifkan kembali Wanita Persatuan Pembangunan (WPP).
Menurut Agus, PPP juga berupaya mengumpulkan kembali sejumlah tokoh yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari partai. Langkah itu dilakukan untuk menghidupkan kembali basis-basis dukungan yang pernah dimiliki PPP.
“Kita kumpulkan balung pisah dulu. Kebetulan teman-teman yang tokoh-tokoh dulu yang hilang, alhamdulillah sudah kita kumpulkan,” ujarnya.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kaliwulu. Agus menyebut sejumlah tokoh di kawasan tersebut mulai kembali dirangkul. Bahkan, terdapat rencana tiga desa di wilayah itu untuk kembali bergabung dengan PPP.
“Dulu kebetulan PPP itu basisnya Kaliwulu. Insyaallah nanti tiga desa masuk ke PPP,” katanya.
Selain tokoh lama, PPP Karanganyar juga membuka komunikasi dengan sejumlah kepala desa maupun lurah yang dinilai memiliki potensi untuk bergabung. Agus menyebut ada sekitar enam hingga tujuh lurah yang tengah dijajaki.
“Insyaallah ada enam sampai tujuh lurah yang mau gabung,” ujarnya.
Untuk menghadapi Pemilu 2029, PPP Karanganyar juga mulai menyiapkan bakal calon legislatif. Agus menargetkan susunan caleg di setiap daerah pemilihan mulai terbentuk pada September mendatang.
“Insyaallah bulan September nanti setiap caleg sudah terbentuk. September juga ada Musancap,” katanya.
Ketua Bapilu DPW PPP Jawa Tengah, Haji Muhammad Edy Djasmanto, mengatakan Karanganyar menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena cukup lama belum memiliki wakil di DPRD.
“Karanganyar sendiri kan puasa sudah lumayan lama di DPRD Karanganyar,” kata Edy yang hadir mewakili DPW PPP Jawa Tengah dalam konsolidasi Bapilu di Karanganyar.
Menurut Edy, persiapan tidak boleh dilakukan menjelang pemilu saja. Struktur partai dan strategi pemenangan harus dibangun sejak awal, termasuk untuk menghadapi tahapan verifikasi hingga pendaftaran peserta pemilu.
PPP bahkan memasang target tiga hingga lima kursi DPRD Karanganyar pada Pemilu 2029. Perolehan tersebut diharapkan cukup untuk membawa PPP membentuk satu fraksi.
“Targetnya tiga kursi atau lima kursi. Satu fraksi, syukur alhamdulillah,” ujarnya.
Edy menilai regenerasi juga menjadi faktor penting. PPP tidak bisa hanya mengandalkan tokoh-tokoh lama, tetapi harus memberi ruang lebih besar kepada generasi muda.
“Kalau dulu kan mengandalkan tokoh-tokoh lama saja. Sekarang ketuanya muda, teman-temannya muda,” katanya.
Karena itu, PPP didorong untuk memperluas rekrutmen kader muda sekaligus membangun pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
DPW PPP Jawa Tengah, lanjut Edy, juga memberikan perhatian kepada daerah yang belum memiliki kursi legislatif. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui penguatan jaringan maupun pendanaan.
“Ketua DPW sekarang memberikan perhatian khusus kepada kabupaten kota yang nonkursi,” katanya.
Dengan 17 PAC yang telah terbentuk, PPP Karanganyar kini fokus memperkuat mesin partai hingga tingkat ranting. Konsolidasi tokoh lama, perekrutan kader muda, persiapan bakal caleg, serta pengaktifan kembali organisasi sayap menjadi bagian dari strategi untuk mengakhiri masa vakum di parlemen.
PPP Karanganyar berharap kerja politik yang dibangun sejak sekarang dapat mengantarkan partai kembali memperoleh kursi DPRD pada Pemilu 2029 sekaligus mewujudkan target membentuk satu fraksi.

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.