KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Karanganyar kini diarahkan lebih dekat ke tingkat desa.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar meluncurkan Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Desa Wonorejo, Jatiyoso.
Kampanye tersebut sekaligus fokus untuk menekankan penguatan gizi keluarga dan ketahanan pangan berbasis budidaya ikan rumah tangga.
Peluncuran program ditandai dengan penebaran 2.000 benih ikan tawes di Kali Walikan oleh Bupati Karanganyar Rober Christanto bersama Ketua TP PKK Karanganyar Farida Rober Christanto serta jajaran Forkopimda.
Kegiatan tersebut menjadi simbol gerakan Jogo Kali untuk menjaga kelestarian sungai sekaligus memperkuat sumber pangan masyarakat.
Gemarikan merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dilaksanakan melalui kolaborasi Pemkab Karanganyar, TP PKK Kabupaten Karanganyar, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo.
Selain penebaran benih ikan, pemerintah menyalurkan 100 paket budidaya ikan kepada warga. Setiap paket berisi kolam terpal, 80 benih lele, tiga polybag bibit cabai, dan delapan kilogram pakan ikan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.
Pemkab juga membagikan 100 paket olahan ikan berupa abon, nugget, dan frozen fish kepada balita stunting dan kader PKK. Bantuan nutrisi ikan tersebut didukung oleh CV Pradipta Pramitha.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan Gemarikan tidak sekadar mengajak masyarakat makan ikan lebih banyak, tetapi juga membangun sistem pangan keluarga yang berkelanjutan.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi protein ikan, menekan angka stunting, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat melalui budidaya dan pengolahan hasil perikanan,” ujarnya.
Ketua TP PKK Karanganyar, Farida Rober Christanto, menilai rendahnya konsumsi ikan di Karanganyar masih menjadi tantangan.
“Program tidak berhenti pada penyaluran bantuan, melainkan disertai edukasi gizi, pelatihan pengolahan hasil perikanan, dan pendampingan berkelanjutan kepada penerima manfaat,” ucap Farida
Selama tiga bulan ke depan, TP PKK akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan serta menggelar lomba budidaya ikan dan inovasi olahan hasil panen dengan dukungan Bank Indonesia.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Pramudya Wibaksana, mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemkab Karanganyar dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi mengembangkan usaha olahan ikan skala rumah tangga.
Sementara itu, Bupati Rober Christanto menegaskan bahwa budaya gemar makan ikan harus menjadi gerakan jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berdaya saing.
“Angka konsumsi ikan di Karanganyar masih rendah. Padahal ikan merupakan sumber protein berkualitas yang penting untuk pertumbuhan anak, kecerdasan, dan pencegahan stunting. Budaya makan ikan harus terus kita dorong hingga menjadi kebiasaan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kelestarian sungai melalui gerakan Jogo Kali agar sumber daya perairan tetap terjaga dan dapat mendukung ketahanan pangan desa.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, TP PKK, Bank Indonesia, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Gemarikan diharapkan menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga, menekan stunting, memperkuat ketahanan pangan, serta mengembangkan ekonomi berbasis perikanan di Kabupaten Karanganyar.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.