Inggris vs Argentina Berebut Tiket Final, Dendam Tangan Tuhan Diego Maradona Kembali Membara

Pertemuan Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 kembali menghidupkan kenangan gol kontroversial “Tangan Tuhan” Diego Maradona yang hingga kini masih menjadi bagian dari rivalitas kedua negara

chat_bubble_outline 0
Gol tangan Tuhan

ATLANTA, HARIANKOTA.COM – Tak ada rivalitas di sepak bola yang mampu menghapus bayang-bayang “Tangan Tuhan”. Hampir empat dekade telah berlalu, tetapi setiap kali Inggris dan Argentina bertemu di lapangan hijau, dunia kembali mengingat satu momen kontroversial yang mengubah jalannya sejarah Piala Dunia.

Laga kedua negara selalu menghadirkan lebih dari sekadar perebutan kemenangan, melainkan pertarungan gengsi, sejarah, dan emosi yang terus hidup lintas generasi.

Stadion Mercedes-Benz di Kota Atlanta, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat, bakal menjadi saksi sejarah ketika Inggris dan Argentina kembali bertemu dalam duel sarat gengsi.

Bukan sekadar memperebutkan tiket ke final, pertandingan ini juga membangkitkan memori salah satu kontroversi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni gol “Tangan Tuhan” yang dicetak Diego Maradona pada 1986.

Bagi pendukung Inggris, kenangan pahit itu bermula di Stadion Azteca, Meksiko, pada 22 Juni 1986. Saat itu, Inggris dan Argentina bertemu pada babak perempat final dalam pertandingan yang berlangsung di tengah rivalitas yang masih dipengaruhi ketegangan politik pasca-Perang Falklands.

Drama besar pecah pada menit ke-51

Diego Maradona berlari mengejar bola lambung yang juga diburu kiper Inggris, Peter Shilton. Dengan postur yang jauh lebih pendek, peluang Maradona memenangkan duel udara sebenarnya sangat kecil.

Namun, dalam sepersekian detik, ia mengangkat tangan kirinya dan menyentuh bola sebelum meluncur ke dalam gawang Inggris.

Wasit asal Tunisia, Ali Bin Nasser, tidak melihat pelanggaran tersebut. Tanpa ragu ia mengesahkan gol, meski para pemain Inggris langsung mengepung dan melayangkan protes keras. Sayangnya, pada masa itu teknologi Video Assistant Referee (VAR) belum ada sehingga keputusan wasit tidak dapat ditinjau ulang.

Gol tersebut akhirnya tetap sah dan menjadi titik balik pertandingan. Argentina menutup laga dengan kemenangan 2-1 sekaligus menyingkirkan Inggris dari Piala Dunia.

Kontroversi semakin membesar setelah Maradona memberikan pernyataan yang kemudian melegenda. Ia mengatakan gol itu tercipta “sedikit dengan kepala Maradona, sedikit dengan tangan Tuhan.”

Ucapan tersebut langsung menjadi sorotan media di seluruh dunia. Sejak saat itu, gol tersebut dikenal dengan sebutan “Hand of God” atau “Tangan Tuhan”, salah satu momen paling kontroversial yang pernah terjadi dalam sejarah Piala Dunia.

Menariknya, hanya empat menit berselang, Maradona kembali menunjukkan kejeniusan yang tak terbantahkan. Ia menggiring bola dari wilayah sendiri, melewati lima pemain Inggris sebelum menaklukkan Peter Shilton. Gol spektakuler itu kemudian dikenang sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Dua gol yang lahir dalam satu pertandingan tersebut menggambarkan dua sisi Diego Maradona. Di satu sisi, ia menuai kecaman karena gol kontroversialnya.

Di sisi lain, ia dipuji sebagai pesepak bola jenius yang mampu menghasilkan salah satu aksi individu terbaik yang pernah disaksikan dunia.

Hampir 40 tahun telah berlalu, tetapi kisah “Tangan Tuhan” tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rivalitas Inggris dan Argentina. Setiap pertemuan kedua negara selalu membangkitkan kembali kenangan akan momen yang hingga kini masih diperdebatkan oleh pencinta sepak bola.

Kini, di era VAR yang mampu mendeteksi pelanggaran sekecil apa pun, gol seperti yang dicetak Maradona hampir dipastikan tidak akan disahkan. Namun sejarah tidak bisa diulang maupun dihapus. Justru karena lahir pada era tanpa teknologi, “Tangan Tuhan” tetap menjadi salah satu kisah paling ikonik yang terus dikenang sepanjang masa.

Saat Inggris dan Argentina kembali bertemu, yang dipertaruhkan bukan hanya kemenangan di atas lapangan. Pertandingan ini juga menjadi pengingat bahwa sepak bola memiliki sejarah panjang yang dipenuhi drama, kontroversi, dan momen-momen legendaris yang terus hidup dalam ingatan jutaan penggemar di seluruh dunia. Itulah yang membuat setiap duel Inggris melawan Argentina selalu terasa istimewa dan layak dinantikan.

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya