SUKOHARJO, HARIANKOTA.COM – Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan meski suasana kantor Pemkab berubah setelah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Pasca OTT yang dilakukan pada Kamis (9/7/2026), tim KPK melakukan penyegelan terhadap sejumlah ruangan di Gedung Menara Wijaya Sekretariat Daerah (Setda) Sukoharjo, Jumat (10/7/2026).
Ruangan yang disegel berada di lantai 8 dan lantai 9 gedung tersebut. Hingga Jumat siang, belum terlihat adanya aktivitas pemeriksaan lanjutan maupun penggeledahan oleh penyidik KPK di area yang telah dibatasi aksesnya.
Meski demikian, kegiatan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sukoharjo tetap berlangsung normal. Pelayanan pemerintahan berjalan seperti biasa, sementara masyarakat masih dapat mengakses area kantor pemerintahan.
Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan pihak pemerintah daerah belum dapat memberikan banyak keterangan terkait OTT tersebut. Pemkab masih menunggu informasi resmi mengenai perkara yang tengah ditangani KPK.
“Kami belum bisa matur (bicara) banyak karena masih menunggu apa sebenarnya poin atau persoalan yang menjadi perkara. Kami menunggu informasi lebih lanjut,” ujar Sapto saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti, Solo, Jumat (10/7/2026).
Sapto juga meminta doa dari masyarakat agar proses hukum yang sedang berjalan dapat dihadapi dengan baik oleh pihak-pihak yang menjalani pemeriksaan.
Menurutnya, seluruh jajaran Pemkab Sukoharjo harus tetap menjaga kondusivitas dan memastikan roda pemerintahan tidak terganggu akibat persoalan hukum tersebut.
“Kami berharap semua tetap berjalan seperti biasanya, tetap tenang, sambil menunggu rilis resmi atau keterangan dari KPK,” katanya.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.