KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Kesempatan berburu rumah dengan beragam pilihan sekaligus promo menarik hadir di Kabupaten Karanganyar.
Sebanyak 42 pengembang properti ambil bagian dalam Festival Pembangunan Perumahan Rakyat 2026 yang digelar di Gedung Wanita Karanganyar pada 8–12 Juli 2026. Selama pameran berlangsung, setiap transaksi pembelian rumah berkesempatan memperoleh cashback sebesar Rp2 juta.
Festival tersebut menghadirkan berbagai proyek hunian, mulai dari rumah subsidi hingga perumahan komersial. Selain itu, sekitar 60 tenant dari sektor UMKM, komunitas, perbankan, hingga instansi pemerintah turut meramaikan kegiatan tersebut.
Sekretaris Panitia Festival Pembangunan Perumahan Rakyat 2026, Anton Sugiarto, mengatakan pameran tidak sekadar menjadi ajang promosi properti. Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan para pengembang untuk mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi sektor perumahan.
“Selain pameran, kami ingin membangun komunikasi aktif antara pemerintah dengan para pengembang. Berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan investasi akan dibahas bersama untuk menjadi bahan evaluasi,” ujar Anton, Selasa (7/7/2026).
Ia menjelaskan sejumlah isu yang akan dibahas meliputi perizinan, tata ruang, hingga pemanfaatan lahan. Masukan dari para pelaku usaha diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan sehingga iklim investasi perumahan di Karanganyar semakin kondusif.
Bagi masyarakat, festival ini memberikan kemudahan karena berbagai pilihan rumah dari puluhan pengembang tersedia dalam satu lokasi. Pengunjung juga dapat berkonsultasi mengenai pembiayaan, membandingkan spesifikasi hunian, hingga memperoleh informasi lengkap sebelum memutuskan membeli rumah.
Anton menambahkan seluruh pengembang peserta telah berkomitmen memberikan cashback Rp2 juta kepada konsumen yang melakukan transaksi selama pameran berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Menurutnya, sekitar 80 persen pembangunan perumahan di Kabupaten Karanganyar saat ini terkonsentrasi di Kecamatan Gondangrejo. Kawasan tersebut masih memiliki potensi besar untuk pengembangan, meski sejumlah persoalan seperti status lahan dan aturan tata ruang masih menjadi perhatian.
Sementara itu, Kepala DPUPR Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi, menilai prospek pembangunan kawasan hunian di Karanganyar masih sangat menjanjikan. Keterbatasan lahan di Kota Solo membuat kebutuhan perumahan mulai bergeser ke wilayah penyangga, termasuk Karanganyar.
“Kalau Solo sudah tidak memungkinkan untuk pengembangan perumahan, biasanya pilihannya bergeser ke Sukoharjo atau Karanganyar,” kata Asihno.
Ia menyebut pengembangan perumahan saat ini tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Karanganyar, Jaten, Tasikmadu, Colomadu, Gondangrejo, hingga sebagian wilayah barat Mojogedang yang masih memiliki ruang untuk pembangunan.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar berharap kolaborasi antara pemerintah, pengembang, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya semakin kuat sehingga pengembangan kawasan hunian dapat berlangsung lebih terarah.
Di sisi lain, masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh informasi mengenai pilihan rumah, skema pembiayaan, serta proses pembelian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.