KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Misteri hilangnya seorang remaja yang sempat diduga bunuh diri di bawah Jembatan Jurug, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, akhirnya terungkap.
Remaja berinisial SM (16) ditemukan dalam kondisi selamat setelah diketahui pergi ke Yogyakarta untuk mencari pekerjaan.
PS Kasi Humas Polres Karanganyas Iptu Mulyadi menyampaikan Kapolsek Jaten AKP Agus bersama Bhabinkamtibmas Desa Ngringo pada Rabu (8/7/2026) mendatangi rumah keluarga Samuel di Desa Ngringo untuk mengonfirmasi keberadaannya sekaligus melakukan klarifikasi atas peristiwa yang sempat menghebohkan warga tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, dugaan bunuh diri yang sebelumnya muncul tidak terbukti. Rekaman CCTV di sekitar lokasi justru menunjukkan Samuel meninggalkan kawasan Jembatan Jurug dengan berlari ke arah wilayah Surakarta.
Peristiwa itu bermula pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Samuel meminta temannya mengantarnya ke bawah Jembatan Jurug dengan alasan hendak bertemu pacarnya. Setelah tiba di lokasi, ia meminta temannya menjemput sang pacar di depan UNSA.
“Sekitar 15 menit kemudian, temannya kembali ke lokasi. Namun Samuel sudah tidak berada di tempat. Yang tersisa hanya telepon genggam dan sepasang sandal di sekitar jembatan. Temannya sempat mencari ke tepi sungai, kemudian meminta bantuan relawan SAR Bengawan Solo dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jaten,” papar Iptu Mulyadi.
Menindaklanjuti laporan itu, polisi mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa barang bukti, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penyelidikan diketahui Samuel meninggalkan lokasi dan menuju Surakarta.
“Hasil penyelidikan itu diketahui Samuel meninggalkan lokasi dan menuju kota Solo,” ungkapnya.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 6 Juli 2026, Samuel menghubungi temannya melalui pesan langsung (DM) TikTok. Dalam percakapan tersebut, ia mengaku berada di Yogyakarta dan bersedia membagikan lokasi jika dijemput ayah kandungnya.
Setelah menerima informasi tersebut, sang ayah menjemput putranya di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Samuel kemudian dibawa pulang ke rumah neneknya di Perumahan Winong, Desa Ngringo.
“Dalam pemeriksaan, S mengaku sengaja meninggalkan telepon genggam dan sandalnya di bawah jembatan agar orang mengira dirinya menghilang,” lanjutnya
Setelah itu ia menuju rumah temannya di Surakarta sebelum berangkat ke Yogyakarta melalui Stasiun Tirtonadi untuk mencari pekerjaan. Selama berada di Yogyakarta, Samuel mengaku sempat mencari pekerjaan hingga bekerja menjual tahu bulat.
Saat mengetahui dirinya diberitakan hilang dan diduga bunuh diri, ia mengaku takut pulang sehingga baru menghubungi temannya melalui media sosial untuk memberi kabar kepada keluarga.
Dari hasil klarifikasi, polisi menyebut tindakan S dipicu persoalan keluarga. Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa remaja tersebut tercatat sudah dua kali meninggalkan rumah tanpa izin.
Polsek Jaten telah melakukan klarifikasi terhadap S serta berkoordinasi dengan pihak keluarga agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sekaligus memastikan bahwa peristiwa ini bukan merupakan kasus bunuh diri, melainkan remaja tersebut pergi meninggalkan rumah atas kemauannya sendiri.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.