APPSI Karanganyar Resmi Dikukuhkan, Pedagang Pasar Didorong Naik Kelas Hadapi Gempuran Ritel Modern

APPSI Karanganyar resmi dikukuhkan. Organisasi ini siap mendampingi pedagang pasar tradisional menghadapi persaingan ritel modern dan digital.

chat_bubble_outline 0

KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM – Persaingan dengan ritel modern dan perdagangan digital menjadi tantangan nyata bagi pedagang pasar tradisional. Menjawab kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Karanganyar resmi dikukuhkan dan siap memperkuat daya saing para pedagang melalui pendampingan, pelatihan, hingga digitalisasi pasar.

Pengukuhan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar itu dihadiri jajaran pengurus APPSI pusat, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha pasar tradisional.

Ketua Harian DPP APPSI, Don Muzakir, mengatakan kepengurusan baru APPSI Karanganyar memiliki tugas penting untuk berada di tengah-tengah pedagang dan memperjuangkan kepentingan mereka di era persaingan yang semakin ketat.

Menurutnya, banyak pedagang pasar masih menghadapi persoalan akses permodalan, pengelolaan usaha, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“APPSI harus hadir memberikan pendampingan kepada pedagang agar program-program pemerintah benar-benar bisa dirasakan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan pedagang pasar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pasar tradisional saat ini menghadapi tekanan dari berbagai sektor, mulai dari toko modern, perdagangan daring, hingga perubahan perilaku konsumen. Karena itu, pedagang perlu didorong untuk beradaptasi tanpa kehilangan ciri khas pasar tradisional.

Don menegaskan APPSI akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pedagang, penguatan manajemen usaha, serta digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan teknologi seperti QRIS dan pemasaran online.

“Pasar tradisional tidak boleh kalah hanya karena perkembangan zaman. Yang harus ditingkatkan adalah kualitas SDM dan pelayanannya agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Rober Christanto  menyatakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar mendukung penuh keberadaan APPSI sebagai mitra dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Pasar tradisional masih menjadi salah satu pilar penting perekonomian daerah yang harus terus diperkuat keberadaannya,” ucapnya.

Pemkab Karanganyar bahkan telah menyiapkan sejumlah program pengembangan pasar, salah satunya menjadikan Pasar Tawangmangu sebagai pasar wisata.

Konsep tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus meningkatkan omzet pedagang melalui perpaduan aktivitas belanja dan wisata.

“Kami ingin pasar tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi wisatawan,” ujarnya.

Ketua DPD APPSI Karanganyar, Ilham Syah Husain, mengatakan kepengurusan yang baru dikukuhkan akan segera menjalankan program pendampingan bagi pedagang pasar.

Fokus utama organisasi, kata dia, adalah membangun karakter dan pola pikir pedagang agar mampu bersaing dengan pasar modern tanpa meninggalkan identitas pasar tradisional.

“Pasarnya tetap tradisional, tetapi mindset dan pelayanannya harus modern. Kami akan memperkuat pelatihan, pendampingan usaha, dan digitalisasi agar pedagang bisa berkembang,” kata Ilham.

Melalui kepengurusan baru tersebut, APPSI Karanganyar diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan pedagang pasar sekaligus motor penggerak transformasi pasar tradisional agar tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.

 

Tidak ada komentar

Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.

Berita Terbaru Lainnya