KARANGANYAR, HARIANKOTA.COM — Cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi pengingat penting bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya dilakukan saat keadaan darurat terjadi, tetapi juga melalui latihan dan pencegahan sejak dini.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Satuan Tanggap Bencana (Satgana) PMI Kota Surakarta menggelar pelatihan ekstrikasi sekaligus penertiban pohon di kawasan Makam Delingan, Karanganyar, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan diawali dengan apel personel yang dipimpin Kepala Markas PMI Kota Surakarta, Riki Mirzam Abdulrozaq. Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan yang difokuskan pada peningkatan keterampilan penanganan kondisi darurat, khususnya pohon tumbang.
Dalam arahannya, Riki menekankan pentingnya kesiapan relawan menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem yang dapat berubah dari panas menjadi hujan disertai angin dalam waktu singkat berpotensi meningkatkan risiko pohon tumbang dan membahayakan masyarakat.
“Sebagai organisasi kemanusiaan, kami harus terus memperkuat kemampuan relawan agar siap memberikan layanan kegawatdaruratan yang cepat dan tepat, terutama dalam penanganan kejadian pohon tumbang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Sosial PMI Kota Surakarta, Wanto, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelatihan teknis bagi relawan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, terdapat puluhan pohon di area Makam Delingan yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan peziarah sehingga perlu dilakukan penataan dan pemangkasan.
“Pelatihan ini memberi manfaat ganda. Area makam menjadi lebih aman, sementara relawan memperoleh pengalaman langsung dalam teknik penanganan dan pemotongan pohon secara aman,” katanya.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Melalui pelatihan lapangan ini, para relawan diharapkan semakin terampil dan siap diterjunkan saat menghadapi kondisi darurat di tengah masyarakat.


Silakan Masuk atau Daftar untuk mengirim komentar.